TEHERAN, – Iran disebut menggelar latihan rudal di berbagai kota pada Senin waktu setempat, menurut laporan media pemerintah.Latihan ini disebut sebagai yang kedua dalam sebulan terakhir, berdasarkan keterangan sumber dan saksi yang tidak disebutkan namanya.Kabar tersebut muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran Amerika Serikat dan Israel terkait pengembangan program rudal balistik Iran.Baca juga: Netanyahu Akan Briefing Trump soal Serangan Baru ke Iran, Ajak AS Gempur TeheranMedia pemerintah Iran melaporkan bahwa latihan rudal dilakukan di beberapa wilayah, dengan menyebutkan ibu kota Teheran serta kota Isfahan dan Mashhad sebagai lokasi peluncuran.Saluran Telegram milik lembaga penyiaran publik Iran dan kantor berita semi-resmi Nournews juga memublikasikan sejumlah video yang tampak memperlihatkan peluncuran rudal, meski tidak merinci lokasi kejadian.Namun demikian, Reuters menyatakan, tidak dapat memverifikasi secara independen keaslian video-video tersebut. Perbedaan informasi ini menimbulkan pertanyaan mengenai apa yang sebenarnya terjadi di lapangan.Belakangan pada hari yang sama, media pemerintah Iran mengutip apa yang mereka sebut sebagai “sumber yang mengetahui masalah ini” yang membantah bahwa Iran melakukan uji coba rudal.Menurut sumber tersebut, gambar-gambar yang beredar sebenarnya menunjukkan “pesawat terbang tinggi,” bukan peluncuran rudal.Tidak ada penjelasan lebih lanjut yang diberikan oleh otoritas atau media Iran terkait perbedaan laporan tersebut.Baca juga: Ilmuwan Iran Dieksekusi Mati, Disebut Mengaku Mata-mata Israel Setelah Ibunya DiancamAFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) khawatir Iran akan kembali membangun lokasi pengayaan nuklir.Di sisi lain, NBC News melaporkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan menerima pengarahan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.Dalam pengarahan itu, Netanyahu disebut akan menyampaikan bahwa setiap perluasan program rudal balistik Iran merupakan ancaman serius yang dapat “memerlukan tindakan cepat”.NBC juga melaporkan bahwa para pejabat Israel khawatir Iran tengah membangun kembali lokasi pengayaan nuklir yang sebelumnya dibom Amerika Serikat pada Juni lalu.Para pejabat tersebut dikabarkan tengah menyiapkan opsi untuk disampaikan kepada Trump terkait kemungkinan serangan ulang terhadap program rudal Iran.Diketahui, negara-negara Barat memandang arsenal rudal balistik Iran sebagai ancaman militer konvensional terhadap stabilitas Timur Tengah.Selain itu, rudal-rudal tersebut juga dinilai berpotensi menjadi sarana pengiriman senjata nuklir apabila Teheran suatu saat mengembangkannya.Iran sendiri secara konsisten membantah tudingan tersebut dan menegaskan tidak memiliki niat untuk membangun bom atom.Baca juga: Respons Pemimpin Dunia atas Penembakan Bondi Beach, Iran Ikut Kecam
(prf/ega)
Khawatir Diserang Israel dan AS Lagi, Iran Disebut Gencar Latihan Rudal
2026-01-14 05:26:39
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-14 05:32
| 2026-01-14 05:15
| 2026-01-14 05:13
| 2026-01-14 05:01
| 2026-01-14 04:46










































