Fadli Zon Sebut Buku Sejarah Indonesia Ditulis Sejarawan, Bukan Pemerintah

2026-01-15 09:16:23
Fadli Zon Sebut Buku Sejarah Indonesia Ditulis Sejarawan, Bukan Pemerintah
JAKARTA, - Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menegaskan bahwa buku "Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global" yang baru diluncurkan, bukan ditulis oleh pemerintah.Menurut Fadli, buku tersebut ditulis para sejarawan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang difasilitasi oleh Direktorat Sejarah Kementerian Kebudayaan.“Jadi memang (buku) ini ditulis oleh para ahlinya, yaitu sejarawan se-Indonesia. Yang tadi telah disebutkan, ada 123 penulis dari 34 perguruan tinggi se-Indonesia. Terima kasih yang sebesar-besarnya," kata Fadli dalam peluncuran buku, di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Minggu ."Jadi ini bukan ditulis oleh saya, oleh Pak Restu, atau oleh orang Kementerian Kebudayaan. Kita memfasilitasi para sejarawan, para penulis sejarah," tambahnya.Baca juga: Fadli Zon Akui Buku Sejarah Indonesia Tak SempurnaFadli menerangkan, keterlibatan para sejarawan menjadi kunci penting dalam menjaga objektivitas dan memori kolektif bangsa.Dirinya juga menyinggung keberadaan Direktorat Sejarah yang kembali dihidupkan setelah sebelumnya sempat ditiadakan.Menurut dia, kebangkitan Direktorat Sejarah merupakan bagian dari upaya serius pemerintah untuk memfasilitasi penulisan sejarah nasional.“Dan Direktorat Sejarah ini, sebenarnya sudah almarhum tadi (sebelumnya). Direktorat Sejarah ini sudah tidak ada lagi. Pas kebetulan setahun yang lalu, ketika Presiden Bapak Prabowo Subianto mendirikan Kementerian Kebudayaan, salah satu yang kita minta adalah adanya Direktorat Sejarah. Hidup kembali Direktorat Sejarah kita!" ungkap Fadli.Ia mengakui, penulisan sejarah kerap memunculkan polemik di ruang publik. Namun, menurut Fadli, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi.Baca juga: Fadli Zon Luncurkan Buku Sejarah Indonesia, Meski Sebelumnya Menuai Pro-Kontra“Ada yang minta juga menghentikan penulisan sejarah. Saya kira ini juga pendapat yang di era demokrasi ini wajar-wajar saja," imbuhnya.Buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global diterbitkan dalam 10 jilid yang mencakup perjalanan panjang bangsa Indonesia, mulai dari Akar Peradaban Nusantara, interaksi Nusantara dalam jaringan global, masa kolonial, pergerakan kebangsaan, hingga era Reformasi dan konsolidasi demokrasi periode 1998-2024.Fadli menegaskan, sepuluh jilid tersebut tidak dimaksudkan sebagai catatan sejarah yang sepenuhnya lengkap, melainkan sebagai sorotan utama perjalanan bangsa.“Saya kira ini highlight. Kalau sejarah kita ditulis secara lengkap mungkin harusnya 100 jilid kalau mau ditulis secara lengkap. Jadi ini adalah highlight dari perjalanan," kata dia.Baca juga: Penulisan Ulang Buku Sejarah Indonesia: Dari Pro-Kontra hingga Rencana Rilis 2025Ke depan, Fadli menyebut pemerintah berencana melanjutkan penulisan sejarah tematik lainnya, seperti sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan 1945-1950, serta sejarah kerajaan-kerajaan besar seperti Majapahit, Sriwijaya, dan Pajajaran.Peluncuran buku ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan 80 tahun Indonesia merdeka.Fadli berharap buku tersebut dapat menjadi salah satu rujukan bagi masyarakat dalam memahami perjalanan sejarah bangsa.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-01-15 08:03