SERANG, - Sebanyak 2.200 pekerja di pabrik sepatu PT Victory Chingluh yang berlokasi di Tangerang, Banten, mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Oktober 2025.Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, mengungkapkan bahwa ia belum mengetahui informasi terkait PHK tersebut."Saya belum mengetahui (PHK). Tapi kalau benar, kita akan evaluasi. Kasihan masyarakat," ujarnya kepada wartawan di Gedung Negara Banten, Senin .Baca juga: 2.104 Tenaga Honorer di Jambi Terancam PHK Massal dan Tak Gajian, Pemprov Usul Skema P3K Paruh WaktuDimyati menyatakan kekhawatirannya terhadap kemungkinan meningkatnya jumlah pengangguran di wilayahnya.Ia menekankan bahwa Pemprov Banten saat ini tengah berfokus pada penyelesaian persoalan pengangguran yang tinggi di Indonesia."Kami khawatir jumlah pengangguran akan bertambah, apalagi Banten merupakan daerah industri. Hilangnya lapangan pekerjaan bisa menimbulkan gejolak," tambahnya.Sebagai langkah antisipasi, Dimyati menginstruksikan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Banten untuk memeriksa ke pabrik dan melakukan pengawasan terkait hak-hak pekerja.Baca juga: Saat Dapur MBG Menjadi Harapan Hidup Terakhir Para Ibu dan Korban PHKIa juga menyayangkan terjadinya PHK tersebut, mengingat Pemprov Banten sedang berupaya memperbaiki iklim investasi agar usaha dapat berjalan dengan baik dan pekerja merasa nyaman."Pemerintah tidak boleh memberatkan, justru harus membantu dan mengadvokasi dunia usaha agar bisa bertahan dan berkembang," tegasnya.Sebagai informasi tambahan, PT Victory Chingluh merupakan pabrik yang memproduksi sepatu untuk merek global, Nike.Sebelumnya, antara November 2024 hingga Januari 2025, pabrik tersebut juga telah melakukan PHK terhadap 2.000 karyawan.
(prf/ega)
2.200 Pekerja Pabrik Sepatu di Tangerang di-PHK, Wagub Banten: Saya Belum Tahu
2026-01-12 07:12:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:16
| 2026-01-12 06:37
| 2026-01-12 05:50
| 2026-01-12 05:11
| 2026-01-12 05:10










































