Mengapa Tubuh Sulit Mempertahankan Berat Badan? Ini Penjelasannya

2026-01-12 05:06:08
Mengapa Tubuh Sulit Mempertahankan Berat Badan? Ini Penjelasannya
- Banyak orang mengira kegagalan mempertahankan berat badan setelah diet adalah soal kurang disiplin. Namun sains berkata lain. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa perjuangan menjaga berat badan bukanlah persoalan kemauan, melainkan biologi tubuh itu sendiri.Tubuh manusia berevolusi untuk bertahan hidup dari kelaparan, bukan untuk menghadapi diet modern. Para ilmuwan kini mulai memahami bagaimana metabolisme, hormon, dan otak bekerja sama—sering kali melawan usaha kita untuk menurunkan dan mempertahankan berat badan.Menurunkan berat badan memang sulit, tetapi mempertahankannya jauh lebih menantang. Data dari National Institutes of Health dan The Obesity Society menunjukkan bahwa 80–95 persen orang yang berhasil menurunkan berat badan akan mengalami kenaikan kembali dalam waktu tiga hingga lima tahun.Menurut para ilmuwan, ini bukan kegagalan pribadi.“Hormon, genetika, dan evolusi mendorong tubuh untuk melawan—meningkatkan rasa lapar, memperlambat metabolisme, dan ‘mengundang’ berat badan untuk kembali,” ujar Kimberly Gudzune, Direktur Medis American Board of Obesity Medicine.“Ada anggapan bahwa begitu kita sampai di berat ideal, semuanya akan bertahan dengan sendirinya. Sayangnya, itu tidak benar,” kata Gudzune.Selama puluhan tahun, diet dipandang sebagai ujian kedisiplinan. Kini, riset menunjukkan bahwa tubuh memiliki mekanisme biologis kuat untuk mempertahankan berat badan tertentu—bahkan sejak usia dini.Baca juga: Penelitian: Puasa Selang Seling Efektif Menurunkan Berat BadanSalah satu bukti paling mencolok datang dari dunia hiburan. Acara realitas The Biggest Loser, yang tayang dari 2002 hingga 2016, menampilkan transformasi berat badan ekstrem. Namun, di balik sorotan kamera, para ilmuwan melihat sesuatu yang mengkhawatirkan.Studi tahun 2016 yang diterbitkan di jurnal Obesity meneliti 14 mantan peserta acara tersebut. Enam tahun setelah kompetisi berakhir, sebagian besar dari mereka mengalami kenaikan berat badan yang signifikan, meski beberapa masih mempertahankan penurunan jangka panjang.Yang mengejutkan, laju metabolisme istirahat mereka tetap melambat.“Ketika Anda kehilangan berat badan, tubuh Anda membakar lebih sedikit kalori,” jelas Gudzune. Artinya, seseorang yang pernah diet harus makan lebih sedikit kalori dibanding orang dengan ukuran tubuh sama yang tidak pernah menurunkan berat badan—hanya untuk mempertahankan bobotnya.Baca juga: Dua Hal yang Penting untuk Menurunkan Berat Badan BerkelanjutanMasalahnya bukan hanya metabolisme, tetapi juga hormon. Setelah penurunan berat badan melalui diet:Perubahan ini bisa bertahan hingga satu tahun atau lebih setelah diet selesai.“Inilah yang kami sebut sebagai metabolic adaptations—cara tubuh ‘melawan balik’,” kata Andres Acosta, peneliti obesitas dari Mayo Clinic.Beberapa terapi seperti operasi bariatrik dan obat GLP-1 dapat membantu menyeimbangkan kembali sinyal lapar dan kenyang antara usus dan otak. Namun, tidak semua pasien nyaman dengan pendekatan ini.Baca juga: Berat Badan Naik? Mungkin Bukan Cuma Karena Makan, Tapi Hidup yang Tidak Stabil


(prf/ega)