Miss Universe Kembali Tuai Kontroversi, Diduga Sebut Miss Meksiko Bodoh

2026-02-03 08:38:31
Miss Universe Kembali Tuai Kontroversi, Diduga Sebut Miss Meksiko Bodoh
- Miss Universe 2025 kembali menuai kontroversi usai sebelumnya digerebek polisi Thailand, karena diduga mempromosikan situs web judi online (judol) Filipina.Kali ini, ajang kecantikan itu disorot karena CEO Miss Grand International sekaligus Presiden Komite Penyelenggara Miss Universe Thailand ke-74, Nawat Itsaragrisil, diduga menyebut Miss Meksiko Fatima Bosch "bodoh".Disadur dari The Economic Times, Rabu , insiden ini terjadi dalam sebuah acara yang disiarkan langsung di Thailand, tepatnya sebelum upacara pemberian selempang, Selasa .Baca juga: Diduga Promosikan Judol, Tim Miss Universe Thailand Digerebek PolisiDalam siaran yang disiarkan di akun Facebook Miss Universe Thailand 2025, Nawat bertanya kepada Bosch di depan para kontestan lain tentang absennya Bosch dalam acara pemotretan sponsor, tetapi setuju untuk difilmkan oleh Telemundo, yaitu jaringan televisi Amerika Serikat yang disiarkan dalam Bahasa Spanyol."Saya dengar, kamu tidak setuju untuk mengunggah apa pun tentang Thailand, tentang artikel tentang aktivitas kita. Apa itu benar? (I heard you're not agreeing to post everything about Thailand, about every article about our activity. Is it true?)," kata Nawat, seperti yang terdengar dalam siaran ulang di Facebook Miss Universe Thailand.Nawat yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden untuk Asia dan Oseania untuk Miss Universe Organization (MUO), menyuruh Bosch untuk berdiri dan menjelaskan alasan dirinya tidak hadir saat itu.Tangkapan layar dari Facebook Miss Universe Thailand Miss Universe 2025 kembali menuai kontroversi usai CEO Miss Grand International sekaligus Presiden Komite Penyelenggara Miss Universe Thailand ke-74, Nawat Itsaragrisil, diduga menyebut Miss Meksiko Fatima Bosch bodoh.Kompas.com tidak terlalu mendengar apa yang Bosch katakan lantaran ia tidak memakai mikrofon, tetapi National Director untuk Miss Universe Thailand ini mengatakan bahwa Bosch harus melakukannya."Kamu harus melakukannya, oke? Bisakah kamu melakukannya? Karena pembicaraan dari staf, kamu tidak suka untuk mengunggah semuanya, karena Director dari Meksiko menyuruhmu untuk tidak (...) perhatian apapun untuk (...)... (You have to do it, okay? Can you do it? Because of the talk from the staff, you don't like to post everything because your Director from Mexico order you not (...) any attention to (...)," kata Nawat.Bosch kembali berargumentasi. Namun, Nawat bertanya kembali apakah Bosch bisa mengikuti arahannya atau tidak, dan bisa bekerja untuk mempromosikan Thailand atau tidak.Entah apa yang dikatakan oleh Bosch, Nawat memintanya untuk duduk kembali dan berterima kasih.Nawat kembali berbicara, tetapi beberapa saat kemudian terdengar suara Bosch. Nawat menjawab bahwa ia tidak memberi ruang bagi Bosch untuk berbicara lantaran dirinya sedang berbicara.Nawat pun mempertanyakan alasan Bosch yang masih berbicara kepadanya, tetapi sambil berdiri."Kamu punya suara, tetapi kamu harus menghargai... (You have a voice, but you have to respect)," tutur Nawat yang merespons Bosch.Akan tetapi, situasi semakin memanas. Dengan Bosch masih berdiri, Nawat memanggil pihak keamanan.Baca juga: Sanly Liu Terpilih sebagai Miss Universe Indonesia 2025, Siap Melangkah ke ThailandTangkapan layar dari Facebook Miss Universe Thailand Miss Universe 2025 kembali menuai kontroversi usai CEO Miss Grand International sekaligus Presiden Komite Penyelenggara Miss Universe Thailand ke-74, Nawat Itsaragrisil, diduga menyebut Miss Meksiko Fatima Bosch bodoh.Diduga, momen ini adalah ketika Nawat menyebut Bosch "bodoh" karena Bosch langsung pergi keluar. Kendati demikian, Kompas.com tidak begitu mendengar ucapan tersebut.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Lebih lanjut, Purwadi menyampaikan arahan terkait reformasi birokrasi dari Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan birokrasi harus semakin responsif dan tidak mempersulit masyarakat.Birokrasi juga diminta memiliki komitmen yang kuat terhadap efektivitas alokasi anggaran dan pemberantasan korupsi serta kebocoran anggaran.“Sebab, tanpa integritas, tidak mungkin kita membangun birokrasi yang dipercaya publik,” ungkapnya. Baca juga: Menteri PANRB Rini Raih Penghargaan Adibhakti Sanapati 2025 dari BSSNPerlu diketahui, mulai 2023, Kementerian PANRB mendorong pelaksanaan evaluasi Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Mandiri di sejumlah kementerian/lembaga.Sampai saat ini, penilaian tersebut diperluas pada 19 kementerian/lembaga (K/L) dan lima pemerintah provinsi termasuk Mahkamah Agung (MA).Purwadi juga memberikan apresiasi kepada MA yang telah menunjukkan upaya memperkuat integritas ke tahap yang lebih matang. “Capaian ini merupakan buah dari kerja keras, komitmen dan keteladanan dalam menjaga integritas serta meningkatkan mutu layanan kepada masyarakat,” katanya.Dia menyampaikan, untuk menjaga keberlanjutan reformasi birokrasi, diperlukan upaya untuk memastikan langkah-langkah ke depan berjalan dengan konsisten, menyeluruh, dan semakin berdampak.Baca juga: Menteri PANRB Dukung Badan Narkotika Nasional Akselerasi Program P4GNPertama, pembangunan zona integritas harus terus diperluas. Kedua, pemanfaatan digitalisasi proses peradilan perlu ditingkatkan. Ketiga, memperkuat mekanisme pengawasan dan pencegahan korupsi. Keempat, kualitas sumber daya manusia (SDM) peradilan harus terus ditingkatkan secara berkelanjutan serta perlu kolaborasi yang berkelanjutan.Prestasi tersebut bukan hanya untuk keberhasilan administratif, tetapi wujud inspirasi bagi satuan kerja lain untuk terus melakukan perbaikan dan memperkuat budaya kerja yang berkualitas.“Saya berharap, upaya ini menjadi pemicu bagi lahirnya lebih banyak perubahan konkret yang memberi dampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya. Baca juga: Target Penempatan 500.000 PMI pada 2026, Menteri PANRB Siap Dukung Penguatan Kelembagaan Kementerian P2MI

| 2026-02-03 08:48