Warga Bawa Jenazah Pakai Tandu Lintasi Banjir di Pasaman Barat

2026-01-12 18:56:58
Warga Bawa Jenazah Pakai Tandu Lintasi Banjir di Pasaman Barat
Warga di sekitar Aia Gadang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), bersama-sama pihak keluarga menggotong jenazah almarhum Dahrizal (62) menggunakan tandu. Sebab, akses di wilayah itu tergenang banjir luapan Sungai Batang Pasaman."Akses transportasi masih belum bisa melewati genangan air, makanya jenazah dibawa pakai tandu dengan digotong secara bersama-sama," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pasaman Barat Gina Alecia di Aia Gadang, dilansir Antara, Kamis (27/11/2025).Dia menyatakan jenazah akan dibawa ke rumah duka di Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, untuk dimakamkan. Proses evakuasi, menurut dia, dilakukan melalui koordinasi dengan pihak keluarga dan masyarakat sekitar."Kami berkoordinasi dengan tim di lapangan dan pihak keluarga. Prioritas utama kami adalah memastikan jenazah dapat segera sampai di rumah duka untuk disemayamkan, meskipun harus dilakukan dengan cara estafet karena kondisi alam yang tidak memungkinkan dilalui kendaraan," katanya.Setelah jenazah melewati genangan air, jenazah dipindahkan ke ambulans untuk melanjutkan perjalanan ke rumah duka di Ujung Gading.Menurut perwakilan keluarga Muhiban, rombongan bertolak dari RSUP M Djamil Padang pada Rabu (26/11), pukul 08.00 WIB, dan tiba di lokasi Jembatan Batang Pasaman pukul 12.00 WIB.Namun ambulans RSUP M Djamil tidak dapat melintas akibat tingginya debit air di kedua sisi jembatan Batang Pasaman."Dibantu masyarakat sekitar jembatan Batang Saman, jenazah ditandu ke seberang karena ambulan tidak bisa lewat," ucap Muhiban.Akses lalu lintas di jalan nasional itu hingga saat ini belum bisa dilalui kendaraan, karena masih tingginya debit air. Antrean kendaraan terjadi di kedua sisi jalan karena air menutupi jalan sejak Rabu (26/11) sore.Lihat juga Video: Perjuangan Warga-Polisi di Polman Tandu Jenazah Sejauh 2,5 Km Menuju Ambulans[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-12 18:16