Pariyem, Korban Tewas Kebakaran Gedung Terra Drone Tulang Punggung Keluarga

2026-01-12 05:16:58
Pariyem, Korban Tewas Kebakaran Gedung Terra Drone Tulang Punggung Keluarga
JAKARTA, - Pariyem (25), korban tewas saat kebakaran di Gedung Terra Drone, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa , merupakan tulang punggung keluarga. Sulaiman, tetangga yang menemani kakak Pariyem mengatakan bahwa korban bekerja membiayai kebutuhan ibunya di Lampung setelah ayahnya meninggal dunia.  Pariyem sudah bekerja di Terra Drone selama kurang lebih empat tahun.“Iya dia tulang punggung keluarga, karena bapaknya sudah enggak ada, ibunya sudah tua, sudah enggak bisa jalan jauh,” kata Sulaiman, bersama kakak Pariyem di RS Polri Kramat Jati, Rabu .Baca juga: Polisi Periksa 8 Orang Saksi Terkait Kebakaran Gedung Terra DroneSulaiman mengatakan Pariyem sempat mengunggah status WhatsApp berisi gambar makanan dan aktivitas istirahat.Saat itu memang Pariyem sedang istirahat makan siang.“(Status WA lagi) makan. Jam makan siang. Karena ada yang makan siang, ada yang shalat. Itu pas jam makan siang,” jelas Sulaiman.Sore hari ketika keluarga menerima kabar duka, Pariyem sudah tak bisa dihubungi lagi, ponselnya mati total.Sulaiman dan kakak Pariyem langsung bertolak ke Jakarta dan baru tiba Rabu subuh.Hingga kini, mereka belum menerima informasi terkait identifikasi korban untuk segera membawa pulang jenazah.“Nyampe sini subuh. Ya kondisi seperti inilah di sini. Belum ada dari pihak rumah sakit belum ada keterangan mau kapan selesainya, mau bawa pulangnya,” kata dia.Baca juga: Cerita Korban Selamat Kebakaran Gedung Terra Drone: Kantor Meledak, Bos Aku MeninggalKeluarga korban tak menuntut banyak. Mereka berharap agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat membantu pemulangan jenazah Pariyem ke Lampung.“Karena kami ya orang enggak punya di Lampung. Jadi kami mohon sama Gubernur DKI untuk dibantu ambulansnya lah sepenuhnya,” tutur Sulaiman.Baik Sulaiman maupun kakak korban belum menginformasikan kabar duka ini kepada sang ibu.Mereka tak kuasa menyampaikannya mengingat ibu korban yang sudah lanjut usia.


(prf/ega)