Angka Perceraian di Blora Capai 1.888 Perkara pada 2025, Ini Penyebabnya

2026-01-12 14:38:52
Angka Perceraian di Blora Capai 1.888 Perkara pada 2025, Ini Penyebabnya
BLORA, - Pengadilan Agama Kelas 1B Blora mencatat 1.888 perkara perceraian di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sepanjang tahun 2025.Angka tersebut merupakan akumulasi dari 1.429 perkara cerai gugat dan 459 perkara cerai talak."Jadi totalnya sebanyak 1.888 perkara perceraian," ujar Panitera Muda Gugatan sekaligus pelaksana tugas (Plt) Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Blora, Fitri Istiawan, Rabu .Baca juga: MUI Banyumas Nyatakan Daerahnya Darurat Bencana Sosial, Soroti Narkoba hingga PerceraianFitri Istiawan menjelaskan, cerai gugat adalah perceraian yang diajukan oleh istri atau pihak perempuan, sedangkan cerai talak diajukan oleh suami atau pihak laki-laki."Kalau yang mengajukan perempuan kan namanya cerai gugat. Dia itu menggugat cerai suaminya. Kalau setelah melalui proses persidangan terus kok nanti putusan itu dikabulkan cerainya, itu yang menceraikan itu adalah pengadilan," terangnya."Kalau cerai talak itu yang mengajukan laki-laki. Jadi, dia mengajukan ke pengadilan itu hanya untuk meminta izin mengikrarkan talak ke pihak istri. Jadi, yang menceraikan itu adalah suami sendiri setelah diizinkan oleh majelis hakim untuk proses cerainya," imbuhnya.Baca juga: Masalah ASN Purworejo, Mulai dari Perceraian hingga Diet EkstremMenurut Fitri, alasan utama pihak perempuan mengajukan cerai gugat adalah suami yang tidak bekerja, bekerja tetapi tidak memberikan nafkah, atau memberikan nafkah tetapi jumlahnya kurang."Jadi akhirnya menjadi pencetus masalah awalnya dari situ," katanya.Selain itu, angka cerai gugat yang lebih tinggi dibandingkan cerai talak juga disebabkan oleh perempuan yang merasa sudah memiliki pendapatan atau pekerjaan yang lebih baik daripada suami."Kalau perempuan itu sudah kerja, punya penghasilan sendiri, kalau suami enggak kerja kayak seolah-olah dia melepas pun dengan mudahnya karena dia sudah punya ekonomi sendiri kan gitu. Kecuali kalau dia ibu rumah tangga memang benar-benar menggantungkan ke suami, dia mikir anaknya. Itu mungkin masih jadi faktor pertimbangan dia mau cerai atau tidak. Tapi ya rata-rata memang mayoritas awalnya dari ekonomi," jelasnya.Faktor lain penyebab perceraian adalah perselingkuhan dan kekerasan dalam rumah tangga.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Meski membawa teknologi kamera baru, rumor menyebut jumlah kamera belakang Xiaomi 17 Ultra justru dipangkas menjadi tiga, dari sebelumnya empat kamera pada Xiaomi 15 Ultra.Selain sensor 200 MP, ponsel ini diperkirakan mengusung kamera utama 50 MP serta kamera ultrawide 50 MP.Xiaomi juga dirumorkan bakal menjadi produsen pertama yang menghadirkan Leica APO zoom camera di ponsel. Teknologi ini diklaim mampu menghasilkan warna lebih akurat, detail lebih tinggi, serta performa makro yang lebih baik, termasuk dalam kondisi cahaya rendah.Di luar sektor kamera, Xiaomi 17 Ultra diperkirakan akan ditenagai chipset tercanggih Qualcomm saat ini, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chipset tersebut bakal dipadukan dengan layar OLED berukuran 6,85 inci yang mendukung resolusi tinggi dan refresh rate tinggi.Baca juga: HP Xiaomi Redmi Note 15 Series Meluncur Global, Ini SpesifikasinyaDari sisi daya, ponsel ini dirumorkan mengusung baterai berkapasitas 7.000 mAh, meningkat dari 6.000 mAh pada generasi sebelumnya, dengan dukungan pengisian cepat hingga 100 watt.Soal desain, Xiaomi 17 Ultra disebut tidak banyak berubah dari pendahulunya. Ponsel ini dikabarkan tetap mengusung layar datar tanpa tepi melengkung, serta dilengkapi pemindai sidik jari ultrasonik di bawah layar untuk menunjang keamanan.Setelah debut di China pada pekan depan, Xiaomi 17 Ultra diyakini akan meluncur ke pasar global pada kuartal pertama atau sekitar bulan Januari-Maret 2026, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Android Headlines.

| 2026-01-12 13:16