Stok Beras Aman, Pengungsi Aceh Utara Kini Krisis Lauk Pauk dan Kelambu

2026-01-12 00:04:04
Stok Beras Aman, Pengungsi Aceh Utara Kini Krisis Lauk Pauk dan Kelambu
ACEH UTARA, – Dinas Sosial Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, menyatakan bahwa ketersediaan beras untuk para pengungsi masih mencukupi. Namun, satu bulan pascabanjir besar, kebutuhan logistik lainnya seperti minyak goreng, telur, hingga lauk pauk mulai menipis.Kepala Dinas Sosial Aceh Utara, Fakhrurradhi, menyebutkan bahwa stok lauk pauk saat ini berada dalam kondisi yang sangat terbatas. Pihaknya terus berupaya menyalurkan bantuan sesegera mungkin begitu logistik tiba di posko utama.“Setiap bantuan datang langsung kita paketkan dan bagikan. Paket itu dibungkus di Pos Landing Aceh Utara dan Pos Pendopo Bupati Aceh Utara,” terang Fakhrurradhi, Kamis .Baca juga: Sebulan Pascabanjir, Sinyal Telekomunikasi di Aceh Utara Masih BermasalahSejauh ini, pemenuhan kebutuhan lauk pauk bagi warga terdampak sangat bergantung pada aksi kedermawanan para relawan serta donasi dari berbagai lembaga negara maupun swasta.Bantuan yang masuk diprioritaskan untuk langsung didistribusikan ke tangan masyarakat tanpa penundaan di gudang.Fakhrurradhi menegaskan bahwa koordinasi dengan berbagai pihak terus diperkuat agar distribusi pangan non-beras tetap terjaga di seluruh titik pengungsian.Selain krisis lauk pauk, Fakhrurradhi mengungkapkan bahwa kebutuhan para pengungsi kini mulai bergeser ke arah yang lebih spesifik.Mengingat kondisi lingkungan pascabanjir, warga sangat membutuhkan perlengkapan tidur dan alat penunjang kehidupan sehari-hari.“Kami percepat distribusi dari dua pos, sehingga setiap hari bergerak mobil antar bantuan. Tentu kita butuh dukungan semua pihak untuk membantu pengungsi,” terangnya.Adapun kebutuhan mendesak yang saat ini sangat dinantikan warga meliputi kelambu, alat memasak, tenda keluarga, kebutuhan ibadah, akses air bersih, hingga obat-obatan.Bencana banjir yang merendam 18 kabupaten/kota di Aceh sejak 26 November 2025 lalu memang meninggalkan luka mendalam. Sebagai salah satu daerah terparah, Aceh Utara masih berjuang pulih di tengah lumpuhnya fasilitas umum dan ribuan rumah warga yang rusak.


(prf/ega)