Cerita Premana, Guru Besar ITB yang Namanya Jadi Nama Asteroid

2026-01-11 22:27:50
Cerita Premana, Guru Besar ITB yang Namanya Jadi Nama Asteroid
- Nama salah satu dosen sekaligus guru besar ITB (Institut Teknologi Bandung), kini abadi di angkasa. Namanya terukir sebagai nama asteroid.Perjalanan Prof Premana Wardayanti Premadi hingga bisa diabadikan sebagai bagian dari tata surya, sangatlah berliku.Ia adalah sosok yang dikenal menggeluti bidang ilmu astronomi dan kosmologi. Astronomi bukan sekadar ilmu tentang benda-benda langit, melainkan sebuah bidang yang menghubungkan manusia dengan semesta. Menurutnya sains harus memberi manfaat bagi masyarakat."Semesta ini terlalu besar, terlalu indah, terlalu megah untuk dinikmati sendiri. Ada dorongan bagi kami para astronom untuk berbagi,” ujar Premana dilansir dari laman BRIN, Selasa .Lahir di Surabaya pada 13 Juli 1964, Premana meniti karier sebagai seorang astronom yang jarang dipilih perempuan pada masanya.Baca juga: Kisah Nurul, Dulu Kuliah S1 Dapat IPK 2,97, Kini Jadi Guru Besar UGMIa meraih Sarjana Sains Astronomi dari ITB pada 1988 dan melanjutkan studi doktoral di University of Texas at Austin.Di sana ia mendalami riset evolusi struktur skala besar alam semesta melalui teknik lensa gravitasi. Yakni sebuah metode berbasis relativitas umum Einstein yang menghitung pembengkokan cahaya oleh massa raksasa.Penelitiannya pada 1990-an menjadi salah satu pionir dalam pengembangan uji model kosmologi teoritis melalui simulasi komputasional.Ketika ia meraih gelar PhD pada 1996, Premana menjadi perempuan Indonesia pertama yang menyandang gelar doktor astrofisika.“Galaksi itu seperti manusia. Tidak ada dua galaksi yang sama. Lingkungannya berbeda, evolusinya berbeda, tetapi mereka mengikuti hukum alam yang sama. Dan itulah keindahannya,” ungkapnya.Baca juga: Cara Sanggah Kuota Sekolah SNBP 2026Pada 2018–2023, Prof. Premana memikul amanah sebagai Kepala Observatorium Bosscha—perempuan pertama yang memimpin pusat riset astronomi yang telah berdiri sejak 1923 itu.Ia menekankan bahwa Bosscha sejak awal adalah simbol keinginan manusia menjawab pertanyaan sains melalui teknologi terbaik pada zamannya.“Kita ingin menjaga reputasi sebagai negara yang berada di garis depan. Potensinya luar biasa besar,” kata dia. Di tahun 2024, ia menyampaikan orasi guru besar astrofisika dan kosmologi, meneguhkan posisi strategisnya dalam perkembangan ilmu semesta di Indonesia.Sekitar tahun 2017, namanya abadi dalam asteroid yang diberi nama 12937 Premadi oleh International Astronomical Union (IAU).


(prf/ega)