Masalah Lutut Tak Hanya karena Usia, Cedera Jadi Pemicu Utama

2026-01-12 05:54:51
Masalah Lutut Tak Hanya karena Usia, Cedera Jadi Pemicu Utama
– Masalah lutut kerap dianggap sebagai bagian alami dari proses menua. Padahal, tak jarang juga gangguan pada lutut justru dipicu oleh faktor-faktor yang terjadi jauh sebelum usia lanjut.Banyak orang baru merasakan nyeri, kaku, atau keterbatasan gerak pada lutut saat memasuki usia 50 tahun ke atas. Namun, pemicunya bisa terjadi jauh sebelumnya dan bersifat akumulatif.Dokter spesialis ortopedi, Dr. dr. Franky Hartono, Sp.OT (K) menjelaskan bahwa penyebab masalah lutut tidak hanya satu. Faktor degeneratif memang berperan, tetapi bukan satu-satunya pemicu.Baca juga: Kenali Penyebab Osteoporosis, Salah Satunya karena Mager“Paling sering karena degeneratif. Kelainan bawaan juga. Ada orang yang dari kecil kakinya X dan kakinya O,” ujarnya saat ditemui dalam acara press conference Siloam Robotic Center di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City, Jakarta Selatan, Selasa .Secara sederhana, degeneratif adalah kondisi penurunan fungsi sendi yang terjadi secara bertahap seiring waktu. Kondisi ini berkaitan dengan proses penuaan dan penggunaan sendi yang terus-menerus selama bertahun-tahun, sehingga bantalan dan struktur penopang lutut tidak lagi bekerja optimal.Selain faktor usia, bentuk kaki yang tidak ideal sejak kecil juga berperan. Kelainan seperti kaki berbentuk X atau O membuat distribusi beban tubuh pada sendi lutut menjadi tidak seimbang.Baca juga: 4 Manfaat Konsumsi Daging bagi Lansia, Termasuk Cegah OsteoporosisMenurut dr. Franky, cedera menjadi faktor utama yang paling sering memicu masalah lutut, baik pada masa sekarang maupun di kemudian hari. Bahkan cedera yang terjadi di usia muda dapat berdampak panjang.“Kalau pesan saya, jangan cedera. Paling sering itu karena cedera. Kalau udah cedera itu dampaknya besar,” katanya.Cedera lutut sendiri dapat terjadi dalam berbagai bentuk. Salah satu yang cukup dikenal adalah cedera ligamen atau anterior cruciate ligament (ACL), yang berfungsi menjaga stabilitas sendi lutut. Baca juga: Waspadai Nyeri Lutut, Bisa Jadi Tanda Awal Pengapuran Sendi LututCedera ini sering terjadi akibat gerakan memutar tiba-tiba, benturan saat olahraga, atau pendaratan yang kurang tepat. Jika tidak ditangani dengan baik, cedera ligamen dapat memengaruhi fungsi lutut dalam jangka panjang.Maka dari itu, menjaga lutut sejak dini menjadi penting, salah satunya dengan membiasakan pemanasan sebelum berolahraga dan pendinginan setelah beraktivitas fisik, agar risiko cedera bisa diminimalkan.Selain cedera, beban berlebih pada lutut juga berpengaruh besar. Aktivitas fisik yang terlalu berat, termasuk pekerjaan dengan beban angkat berlebihan, dapat memberi tekanan terus-menerus pada sendi lutut.Menurut dr. Franky, beban berlebih yang memengaruhi kesehatan lutut tidak hanya berasal dari aktivitas mengangkat atau kerja fisik berat, tetapi juga dari berat badan itu sendiri.Oleh sebab itu,  kondisi obesitas turut memberi tekanan tambahan pada sendi lutut dan dapat meningkatkan risiko munculnya masalah lutut seiring waktu.Baca juga: Cedera Lutut Boleh Dipijat atau Tidak? Ini Kata Dokter


(prf/ega)