SUMENEP, - Dalam dua tahun terakhir, kasus kematian akibat HIV/AIDS tetap terjadi di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri menjelaskan, hingga Desember 2025, tercatat 3 orang meninggal dunia dan ditemukan sekitar 80 kasus penderita terdata di Dinas Kesehatan P2KB Sumenep."Tahun sebelumnya, jumlah kematian tercatat jauh lebih tinggi dengan 12 orang meninggal dan 87 kasus penderita," kata Syamsuri kepada Kompas.com di Sumenep, Selasa .Mantan Kepala Puskemas (Kapus) Pandian itu menegaskan, tren penurunan ini patut dicermati.Baca juga: Ada 197 Kasus Baru HIV/AIDS, Dinkes Gresik Skrining Populasi Kunci Perbandingan dua tahun terakhir menunjukkan adanya penurunan signifikan dalam jumlah kematian maupun jumlah kasus yang ditemukan.“Secara kasus kematian, tahun ini menurun dari tahun sebelumnya,” ujarnya.Menurut Syamsuri, penurunan terjadi tidak lepas dari meningkatnya kepatuhan penderita dalam menjalani pengobatan. Di antaranya, erat kaitannya dengan konsistensi pasien dalam mengikuti Terapi Antiretroviral (ARV).“Penurunan angka penularan ini erat hubungannya dengan penderita yang rutin menjalani Terapi Antiretroviral.” tambah dia.Baca juga: Kota Jayapura Tempati Kasus HIV-AIDS Tertinggi di PapuaTerapi tersebut, lanjut Syansuri, dinilai mampu menjaga kondisi pasien tetap stabil dan menekan risiko komplikasi yang dapat berujung fatal.Selain fokus pada penurunan infeksi dan kematian, Dinkes P2KB Sumenep juga berkonsentrasi pada persoalan stigma di masyarakat. Selama ini stigma masih menjadi hambatan utama bagi penderita.“Stigma menjadi penghalang utama bagi penderita untuk berani memeriksakan diri dan mengakses pengobatan,” kata dia.Selama ini, sebagian penderita memilih menyembunyikan status kesehatan mereka.Baca juga: Kasus HIV-AIDS Surabaya Capai 968 Kasus Hingga Oktober 2025Dinkes P2KB Sumenep juga menyatakan, upaya pencegahan dan pengobatan perlu dilakukan sedini mungkin untuk memberikan hasil yang lebih efektif.“Upaya pencegahan dan pengobatan yang semakin dini berdampak signifikan pada penurunan angka kematian di antara kasus-kasus baru,” ujarnya.Dinkes P2KB Sumenep berharap, edukasi publik, penguatan layanan, dan lingkungan sosial yang lebih terbuka dapat mempercepat penanganan HIV/AIDS serta menurunkan angka kematian di Kabupaten Sumenep."Harapannya, masyarakat lebih terbuka untuk memberikan suasana lingkungan penderita yang supportif dan terbuka," harapnya.
(prf/ega)
Tiga Orang Meninggal akibat HIV/AIDS, Penderita Capai 80 Kasus di Sumenep
2026-01-12 07:13:16
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 06:36
| 2026-01-12 05:59
| 2026-01-12 05:45
| 2026-01-12 05:21










































