Cekcok Persoalan Warisan Orangtua, Pria Lansia di Mamuju Bunuh Adiknya Sendiri

2026-01-11 14:21:51
Cekcok Persoalan Warisan Orangtua, Pria Lansia di Mamuju Bunuh Adiknya Sendiri
MAMUJU, - Seorang pria lansia berinisial BR (62) ditangkap polisi usai diduga membunuh adiknya sendiri yang bernama Kama (51) di sebuah kebun di Desa Pokkang, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Senin siang.Kapolsek Kalukku Iptu Makmur mengatakan, Kama tewas setelah ditebas oleh BR dengan menggunakan parang.Kejadian ini diawali cekcok antara korban dan pelaku, saat pelaku sedang mengambil bambu di lahan yang dia anggap milik orang tuanya."Perselisihan diduga dipicu oleh sengketa warisan terkait kepemilikan lahan. Kejadian berawal saat pelaku sedang mengambil bambu di area yang dianggap sebagai milik orang tuanya," kata Makmur kepada wartawan, Senin siang.Baca juga: Transformasi Bata, Warisan 90 Tahun yang Ditata Ulang untuk Generasi BaruMakmur menambahkan, Kama sempat menegur BR untuk tidak mengambil bambu di lahan tersebut.Namun, BR, kata Makmur, menyuruh Kama untuk pulang ke rumah.Kama kemudian membalas dengan melontarkan kata "rakus" kepada BR.Situasi kian memanas saat korban memukul pelaku dengan menggunakan rumput.Namun, BR membalas perlakuan adiknya dengan menyerangnya menggunakan parang.Serangan ini membuat korban mengalami luka yang sangat parah di tubuhnya."Pelaku membalas dan menyerang korban menggunakan sebilah parang, yang menurut keterangannya dilakukan sebanyak dua kali," ujar Makmur.Baca juga: 54 Kendaraan Dinas Pemprov Kaltim Belum Kembali, Hilang Jejak hingga Dipegang Ahli WarisKematian Kama menggegerkan warga setempat setelah jasadnya ditemukan di pinggir jalan.Polisi, kata Makmur, langsung menuju lokasi kejadian dan mengevakuasi korban ke puskesmas terdekat.Namun, saat tiba di puskesmas, tenaga medis menyatakan bahwa Kama telah meninggal dunia.Tidak lama berselang, BR turut ditangkap beserta barang bukti berupa parang yang dia gunakan saat menghabisi adiknya."Pelaku akan dibawa ke ruang Satreskrim Polresta Mamuju untuk proses penyidikan lebih lanjut," tandas Makmur.


(prf/ega)