Peringati HDI 2025, Mensos Puji Karya Disabilitas yang Semakin Berkualitas

2026-01-14 01:10:52
Peringati HDI 2025, Mensos Puji Karya Disabilitas yang Semakin Berkualitas
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengapresiasi karya-karya penyandang disabilitas yang makin berkualitas dan berdaya saing di bazar Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 di Mall FX Senayan, Rabu (3/12). Dalam kesempatan ini Gus Ipul juga menekankan atensi Presiden Prabowo tentang pentingnya para penyandang disabilitas menambah keterampilan."Ke depan masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita lakukan bersama-sama, tetapi satu hal yang menjadi atensi dari Bapak Presiden adalah bagaimana para penyandang disabilitas ini di samping memperoleh pendidikan, tetapi juga ada kesempatan untuk menambah keterampilan-keterampilan mereka," ujar Gus Ipul dalam keterangannya, Rabu (3/12/2025).Ia menuturkan Kementerian Sosial (Kemensos) juga sedang berusaha keras agar instansi pemerintah dan swasta juga menyertakan penyandang disabilitas dalam rekrutmen pegawai. Setidaknya, ada sebanyak 1 persen penyandang disabilitas dari seluruh karyawan instansi pemerintah atau swasta."Sementara kalau untuk pemerintah BUMN itu 2 persen. Ini hal yang perlu mendapatkan perhatian kita bersama, kita juga bersyukur fasilitas-fasilitas untuk penyandang disabilitas terus berkembang, terutama di fasilitas-fasilitas umum. Baik itu di trotoar, atau di kendaraan-kendaraan umum, di stasiun, di bandara," katanya.Menurutnya, fasilitas untuk para penyandang disabilitas harus terus dikembangkan dan diperkuat. Sehingga, nantinya mereka akan mendapatkan perlindungan dan jaminan sosial."Lalu nanti ikut program-program pemberdayaan sosial," imbuhnya.Lebih lanjut, Gus Ipul mengatakan keterampilan para penyandang disabilitas perlu diperhatikan. Salah satunya dengan pendidikan vokasi. Pemerintah saat ini juga berusaha untuk terus memberikan perlindungan, jaminan sosial, dan rehabilitasi juga pemberdayaan."Berbagai hal telah dilakukan secara bersama-sama, tentu pemerintah tidak bisa sendirian karena keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki. Tetapi dengan pola kerja sama seperti ini banyak sekali yang berpartisipasi ini, ada desainer, ada pengusaha, ada juga para profesional-profesional dari berbagai bidang itu turut terlibat," jelasnya.Ia pun berterima kasih karena perayaan HDI 2025 terselenggara atas kontribusi jajaran Kemensos dan Dharma Wanita Persatuan Kemensos yang mengkoordinasikan dan memberikan panggung untuk karya para penyandang disabilitas. Kerja sama semua pihak termasuk kementerian dan pihak terkait dianggap menjadi satu hal yang dibutuhkan untuk mengetahui lebih jauh soal para penyandang disabilitas berusaha di tengah keterbatasannya."Kerja sama semua pihak termasuk dengan kementerian-kementerian terkait adalah satu hal yang dibutuhkan untuk kita semua bisa mengetahui lebih jauh tentang bagaimana penyandang disabilitas berusaha untuk terus berkarya di tengah-tengah keterbatasannya," katanya.Menurutnya, lewat perayaan dan bazaar ini, bisa disaksikan antusiasme masyarakat terhadap karya-karya istimewa dari penyandang disabilitas. Ia menilai kegiatan HDI 2025 kali ini lebih semarak, bagus, dan melibatkan lebih banyak pihak."Nanti pada tanggal 7 atau 8 Desember ini, seluruh organisasi penyandang disabilitas akan kumpul untuk melakukan jalan sehat bersama di Bundaran HI. Untuk itu mari yang punya waktu kita sukseskan bersama penyandang disabilitas, kita bangun solidaritas tanpa batas untuk menuju Indonesia aman," ajaknya.Tak hanya memberikan sambutan, Gus Ipul juga menyempatkan diri menyapa langsung para penyandang disabilitas yang hadir pada kegiatan ini. Ia juga meninjau bazaar yang menampilkan produk para penyandang disabilitas.Terkait hal ini, Ketua Panitia Pelaksana Hari Disabilitas Internasional 2025, Bambang Prasetyo mengatakan peringatan HDI 2025 menjadi momentum istimewa untuk memperluas ruang partisipasi penyandang disabilitas di berbagai sektor. Negara wajib hadir bersama seluruh lapisan masyarakat untuk mewujudkan Indonesia yang setara di mana setiap orang bebas berkarya dan berdaya tanpa batas."Harapan kami, momentum ini memperkuat kerja sama dan memperluas ruang partisipasi bagi penyandang disabilitas di berbagai sektor," terangnya.Bambang juga berharap Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap 3 Desember menjadi momentum untuk menegaskan komitmen negara dalam menghormati dan memenuhi hak penyandang disabilitas, sesuai dengan tema HDI 2025 "Membangun Masyarakat Inklusif bagi Penyandang Disabilitas untuk mendorong Kemajuan Sosial" dan tagline 'Setara Berkarya, Berdaya Tanpa Batas'.Harapan Bambang selaras dengan semangat yang diusung Penasihat I DWP Kemensos, Fatma Saifullah Yusuf. Dalam berbagai kesempatan Fatma bersama anggota Seruni dan DWP Kemensos keliling Indonesia mengkurasi produk-produk unggulan para penyandang disabilitas.Dia pun rajin berkolaborasi dengan pihak swasta maupun lembaga filantropi untuk memberikan akses pemasaran seluas-luasnya bagi produk-produk yang dihasilkan para penyandang disabilitas. Semangat ini pula yang ditonjolkan dalam peringatan HDI 2025 dengan menjadikan panggung acara sebagai milik anak-anak istimewa.Mulai dari master of ceremony, pembaca doa, penampil tarian, hingga model-model yang memeragakan karya para desainer terkemuka, semua adalah anak-anak berkebutuhan khusus. Rangkaian acara juga dijadikan ajang promosi produk-produk andalan para penyandang disabilitas mulai dari tumbler, aksesoris, wanstra, hingga lukisan."Hari ini saya seperti keluarga besar karena seperti mengadakan reuni bersama orang-orang di Indonesia yang mempunyai mimpi yang sama Indonesia lebih inklusif, lebih hangat, dan lebih manusiawi," kata Fatma dalam sambutannya.Fatma menegaskan perayaan HDI pada hari ini bukan sekadar seremonial, melainkan rumah dari banyak cerita tentang kebersamaan, kolaborasi yang tak pernah memandang batas, uluran tangan dan donasi yang penuh ketulusan."Sepulang dari sini kami tak akan pulang menutup buku tetapi sedang membuka lembaran baru karena kami punya mimpi yang sama memancarkan cahaya bagi banyak orang, yang melahirkan bazaar lebih besar semacam Difabel Craft. Sebuah ruang mendorong kreativitas, kami ingin karya indah dari saudara kita, memberikan pelayanan, pelatihan, permodalan sebagai kasih sayang bagi kita semua. Teman disabilitas patut dihargai diberi pasar dan kesempatan bagi masa depan, kami berharap ini menjadi rumah baru bagi mimpi yang terpendam di hati," tuturnya. Tonton juga video "Kerja Sama Kemensos-Kemendikti Terkait Hilirisasi Lulusan Sekolah Rakyat"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-01-14 22:30