- Forum Sesepuh Nahdlatul Ulama (NU) melakukan pertemuan untuk polemik di internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu .Pertemuan para sesepuh dan Mustasyar NU di Pesantren Tebuireng diikuti Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz dan dr Umar Wahid selaku sohibul hajat.Hadir pula mantan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, Pengasuh Pesantren Lirboyo KH Anwar Manshur, serta Pengasuh Ponpes Al-Falah Ploso Kediri KH Nurul Huda Djazuli.Baca juga: 4 Hasil Forum Sesepuh NU yang Dihadiri Maruf Amin: Pemakzulan Ketum PBNU Tak Sah!Selain itu, hadir Pengasuh Pesantren Denanyar Jombang KH Abdus Salam Sohib, serta putri pendiri NU Hj Mahfudhoh.Dari jajaran PBNU tampak Rais Syuriah PBNU Muhammad Nuh, Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), dan KH Amin Said Husni.Beberapa tokoh hadir melalui zoom meeting, seperti KH Ma’ruf Amin, Hj Sinta Nuriyah Wahid, dan KH Abdullah Ubab Maimoen.Usai pertemuan, Juru Bicara Forum Sesepuh NU, K.H. Oing Abdul Muid Sohib menyampaikan hasil kesimpulan pertemuan dan rekomendasi untuk PBNU:Baca juga: Pertemuan Tebuireng, Syuriah PBNU Sebut Gus Yahya Dicopot karena Lakukan KesalahanBaca juga: Para Kiai Sepuh NU Minta Rapat Penetapan Pj Ketua PBNU Tak DigelarGus Yahya mengaku lega karena akhirnya dapat bertemu jajaran Syuriah PBNU dalam rapat yang digelar di Tebuireng bersama para sesepuh NU.Menurutnya, dalam forum tersebut ia telah memberikan penjelasan lengkap yang disertai dokumen pendukung.Namun, Gus Yahya menilai keputusan yang diambil Syuriah terkait penggantian dirinya dianggap bermasalah."Itu juga di luar wewenangnya, maka semua itu bermasalah. Nanti, akan dibicarakan dengan semua pihak dari PWNU, dari PCNU," ujarnya dilansir dari Antara.Baca juga: Wasekjen PBNU Tepis Gus Yahya: Pleno Pilih Pj Ketum Tetap Digelar 9 DesemberSalah satu Rais Syuriyah PBNU yang menghadiri pertemuan dengan sesepuh NU di Tebuireng ialah Muhammad Nuh. Ia datang mewakili Rais Aam dan Wakil Rais Aam yang berhalangan hadir.Dalam pertemuan dengan para kiai sepuh dan Mustasyar NU itu, M Nuh menyampaikan berbagai hal terkait hasil rapat Syuriah PBNU yang mencopot Gus Yahya dari jabatan Ketum PBNU. Ia menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil untuk menjaga supremasi organisasi.“Posisi Syuriah itu sebagai supremasi yang ada di struktur organisasi PBNU. Bagi Syuriah, keputusan yang sudah diambil di rapat harian Syuriah, tentu sudah selesai,” ujar M Nuh.Ia menyebut pencopotan Gus Yahya dilatarbelakangi adanya pelanggaran yang dianggap berujung pada sanksi organisasi.“Tidak ada perselisihan individu. Tetapi konteksnya adalah konteks adanya kesalahan. Dan, dari kesalahan itulah maka diberikan sanksi, mundur atau diberhentikan,” kata M Nuh.Baca juga: Forum Sesepuh dan Mustasyar NU Sebut Pencopotan Gus Yahya dari Ketum PBNU Tidak Sesuai AturanMenurutnya, keputusan rapat Syuriah PBNU telah final dan akan ditindaklanjuti melalui rapat pleno PBNU pada Selasa, 9 Desember 2025. Agenda pleno mencakup pembahasan pengangkatan penjabat Ketua Umum PBNU.“Hari Selasa akan ditindaklanjuti dengan rapat pleno. Agendanya antara lain mengangkat PJ Ketua umum,” tukas M Nuh.Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pertemuan Tebuireng, Syuriah PBNU Sebut Gus Yahya Dicopot karena Lakukan Kesalahan"
(prf/ega)
Begini Respons Gus Yahya dan Syuriah PBNU Usai Pertemuan dengan Sesepuh NU
2026-01-12 05:34:00
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:23
| 2026-01-12 05:14
| 2026-01-12 04:34
| 2026-01-12 03:26
| 2026-01-12 03:26










































