Harga Bahan Pokok di Aceh Melonjak, Mensos Janji Bantuan Cepat Disalurkan

2026-01-12 03:43:13
Harga Bahan Pokok di Aceh Melonjak, Mensos Janji Bantuan Cepat Disalurkan
JAKARTA, - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) berjanji penyaluran bantuan akan secepatnya dilakukan mengingat harga bahan-bahan pokok di Provinsi Aceh mulai melonjak usai bencana banjir dan tanah longsor."Kalau percepatan dilakukan oleh semuanya ya. Yang dilakukan percepatan oleh semuanya termasuk Kementerian Sosial kemarin sudah bisa masuk bantuannya ke Bener Meriah dan Aceh Tengah," ujar Saifullah saat ditemui di Kantor Kemensos, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa .Gus Ipul mengatakan bahwa semua pihak berjibaku membantu menyalurkan bantuan logistik bagi para korban yang terdampak.Baca juga: Belajar dari Gubernur Aceh"Semuanya, bukan dari kami saja dari banyak pihak. Semua berusaha untuk bisa mengirim bantuan menjangkau yang mungkin malah belum mendapatkan bantuan itu," ucapnya.Di tengah duka yang belum usai, masyarakat di Aceh kembali diterpa kesulitan karena harga bahan-bahan pokok mulai melonjak tajam.Terkait itu, Gus Ipul mengingatkan toko-toko agar tidak mengambil kesempatan menaikkan harga di tengah situasi berduka."Ya memang ini imbauan ya. Kemarin Gubernur Aceh juga sudah mengatakan jangan ada toko-toko ini yang memanfaatkan kesempatan. Kasihanlah sama warga kita," ucapnya.Baca juga: Wamensos: Di Aceh Tamiang, Kebutuhan Listrik Mendesak Gus Ipul menuturkan di saat situasi bencana ini, masyarakat semestinya harus saling tolong-menolong."Pak Mualem juga mengatakan kalau ingkar, kalau ada yang melanggar berarti pada akan ditindak. Jadi ini dalam situasi gini kita sepatutnya untuk tolong-menolong," jelasnya.Adapun hingga Selasa , warga Desa Alur Mentawak, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, masih berada dalam kondisi terisolasi.Salah seorang warga, Syahfitri (22), mengatakan akses utama desa tertimbun material longsor.Keterisolasian membuat harga bahan pokok melambung tinggi.Baca juga: Kisah Tim Medis Buka Layanan Kesehatan di Wilayah Terisolasi Gayo Lues AcehMenurut Syahfitri, BBM dijual Rp 40.000 per liter, telur Rp 100.000 per papan, dan cabai mencapai Rp 250.000 per kilogram.Ia berharap pemerintah segera membuka kembali akses jalan agar distribusi pangan dapat kembali normal."Sekarang keluarga kami ungsikan ke Lhokseumawe. Karena sangat sulit kebutuhan bahan pangan di sana," tuturnya.


(prf/ega)