Rekayasa Lalu Lintas Jalan MH Thamrin Selama Pekerjaan JPM

2026-01-14 17:28:52
Rekayasa Lalu Lintas Jalan MH Thamrin Selama Pekerjaan JPM
JAKARTA, – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, seiring pelaksanaan pekerjaan peningkatan fasilitas Jembatan Penyeberangan Masyarakat (JPM) Halte MH Thamrin.Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus memastikan keselamatan pengguna jalan di kawasan yang dikenal sebagai salah satu koridor tersibuk di Ibu Kota.“Lokasi pekerjaan berada di Jalan MH Thamrin, tepatnya di ruas antara Gedung Bawaslu dan Gedung Sarinah,” ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, dalam keterangan tertulis, Rabu .Baca juga: Korupsi Bupati Bekasi: LHKPN Ungkap Koleksi Mobil Mewah Rp2,4 Miliar/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA Warga menyeberangi zebra cross di sekitar Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa .Tampak sejumlah ruas jalan masih lengang di hari pertama pasca libur lebaran usai.Ia menegaskan, pengaturan lalu lintas dilakukan secara bertahap mengikuti jadwal pengerjaan proyek.Pada 12–15 Desember 2025, dilakukan pembongkaran Aluminium Composite Panel (ACP) eksisting di sisi barat dan timur pada pukul 22.00–04.00 WIB. Tahapan berikutnya meliputi pemasangan safety deck pada 14–20 Desember 2025 di jam yang sama.Selanjutnya, pemasangan Fiber Reinforced Polymer (FRP) di kedua sisi dilakukan pada 18–23 Desember 2025, bersamaan dengan pengecoran struktur lift yang juga dilaksanakan pada malam hari.Baca juga: Penjualan Yamaha 2025: NMAX dan Aerox Diklaim TerlarisDok. Beritajakarta Ilustrasi rekayasa lalu lintas di JakartaAdapun pekerjaan erection baja dijadwalkan berlangsung pada 10–11 Januari 2026, mulai pukul 22.00 hingga 04.00 WIB.“Selama proses pekerjaan, akan terjadi pengurangan satu lajur lalu lintas secara bertahap sesuai kebutuhan di setiap tahapan,” ucap Syafrin“Diimbau kepada para pengguna jalan agar menghindari ruas jalan tersebut dan dapat menyesuaikan pengaturan lalu lintas yang ditetapkan, mematuhi rambu-rambu lalin, petunjuk petugas di lapangan serta mengutamakan keselamatan di jalan,” kata dia.Dengan rekayasa lalu lintas yang bersifat sementara dan terkoordinasi ini, Dishub berharap potensi kemacetan dapat diminimalisasi, sementara pekerjaan peningkatan JPM tetap berjalan aman dan terkendali.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-01-14 16:08