Pramono Anung Hibahkan Mobil Pemadam Kebakaran ke Pemkab Karo

2026-01-14 12:58:56
Pramono Anung Hibahkan Mobil Pemadam Kebakaran ke Pemkab Karo
JAKARTA,  - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghibahkan satu unit mobil pemadam kebakaran kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo, Sumatera Utara.Pramono berkelakar, hibah ini diberikan karena ia belum pernah melihat Pemkab Karo menerima bantuan serupa.“Saya sebenarnya sudah beberapa kali ke Kabupaten Karo, karena Pak Bupatinya belum ada, tadi saya tanya sama Aries (Aries Sebayang, tokoh Karo). 'Aries, pernah enggak Bupati Karo itu mendapatkan hibah mobil pemadam kebakaran?'. Dia enggak bisa jawab, karena dia enggak bisa jawab maka saya akan berikan hibah tersebut,” ucap Pramono dalam acara budaya Karo bertajuk “Mburo Ate Tedeh” di Buperta Jambore Cibubur, Minggu .Baca juga: Pramono Anung Jadi Keluarga Besar Karo, Diberi Marga SebayangDalam acara itu, Pramono juga diberi marga Sebayang.Ia memperkenalkan dirinya dengan nama baru, Pramono Anung Wibowo Sebayang, yang akan digunakan sebagai tanda penghormatan dari masyarakat Karo.“Saya Pramono Anung, sekarang menjadi Pramono Anung Wibowo Sebayang. Lahir di Kediri, besar di Bandung, menjadi pejabat 25 tahun tambah lima tahun kalau jadi gubernur ini selesai, 30 tahun di Jakarta. Sekarang saya betul-betul menjaga adat Betawi,” ucap Pramono.Pramono mengaku merasa seperti berada di rumah sendiri saat berada di tengah masyarakat Karo.Ia menyoroti sejumlah karakter unggul masyarakat Karo yang ia amati sejak awal karier politiknya.Menurut dia, keterbukaan masyarakat Karo membuat mereka mampu menerima siapa saja, tanpa memandang latar belakang agama, selama tetap menghormati adat istiadat setempat.“Salah satu kelebihan masyarakat Karo adalah keterbukaan untuk bisa menerima siapa saja. Maka tidak pernah dalam sejarah Karu persoalan intoleransi itu ada,” kata Pramono.Baca juga: Pramono: Pembangunan Rumah Ibadah Tak Boleh Ditahan-tahan jika Syarat LengkapIa menceritakan pengalamannya saat pertama kali bertemu masyarakat Karo di Cililitan ketika masih calon gubernur.Ia meyakini penuh dukungan mereka akan memberinya kemenangan dalam kontestasi politik.“Di situlah saya semakin yakin pasti saya akan menang. Karena gak ada daerah di tempat yang saya datang, apalagi malam-malam bisikannya begini. Mas Pram, saya jamin mas Pram disini menang 100 persen,” lanjut Pramono.Ia juga memaparkan karakter khas masyarakat Karo, antara lain pekerja keras, jujur, tegas, dan berpegang pada janji.Ia menyebut masyarakat Karo memiliki solidaritas dan semangat kekeluargaan yang tinggi, terutama melalui sistem rakut sitelu, yang menekankan persaudaraan sebagai ikatan hati dan tanggung jawab, tidak hanya berdasarkan darah.Pramono menyebut bahwa banyak orang yang menawarkan marga untuknya.Namun, ini menjadi kali pertama ia bersedia menerima marga di luar yang dimilikinya sendiri.Menurutnya, hal-hal kecil dalam budaya Karo membuatnya yakin untuk menerima marga tersebut.“Ini pertama kali, saya tidak pernah sebenarnya yang menawarkan marga banyak,” kata Pramono.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-01-14 12:13