JAKARTA, - Manuver politik yang dilakukan oleh Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi tengah menjadi sorotan.Setelah satu dekade dikenal sebagai relawan garis depan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Budi Arie kini mengarahkan langkah politiknya dan organisasi Projo ke Partai Gerindra yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.Langkah ini diambil dalam Kongres III Projo yang digelar di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu . Pada kongres tersebut, Projo memutuskan untuk mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.“Mau ke Gerindra? Iya dong,” ujarnya singkat.Langkah tersebut dianggap sejalan dengan arah politik Projo yang kini sepenuhnya mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.Budi menyebut, pilihannya ini tidak bertentangan dengan posisi Jokowi yang disebut lebih dekat dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).“Iya enggak apa-apa dong (Jokowi lebih dekat ke PSI),” katanya.Baca juga: Budi Arie Mau Masuk Gerindra, Gibran: Relawan Memang Harus Menginduk ke PresidenMenanggapi hal itu, Ketua Dewan Kehormatan Gerindra Ahmad Muzani menyebutkan, partainya terbuka bagi siapa pun yang ingin bergabung, termasuk Budi Arie.“Pada prinsipnya Partai Gerindra itu partai terbuka. Partai yang menerima keanggotaan dari mana saja. Yang penting satu, sudah berumur 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Yang kedua, dia WNI,” kata Muzani di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa .“Kalau memenuhi syarat itu, saya kira kami bisa menerima siapa saja, apalagi seorang Budi Arie yang kita semua sudah tahu siapa beliau,” lanjutnya.Meski begitu, Muzani mengaku hingga kini dirinya belum sempat bertemu Budi Arie maupun Presiden Prabowo Subianto, untuk membicarakan hal ini.“Belum. Saya belum ketemu Presiden sejak ada berita ini,” ujarnya.Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendukung langkah politik yang hendak diambil oleh Budi Arie. Dia menilai keputusan Budi Arie dan Projo merapat ke Gerindra adalah langkah yang tepat.“Seluruh kekuatan relawan memang harus menginduk ke Pak Presiden. Memastikan visi-misi program-program berjalan dengan baik,” kata Gibran di Bandara Rendani Manokwari, Papua Barat, Selasa .“Jadi saya berikan apresiasi untuk Projo,” ucapnya.Putra sulung Jokowi itu menegaskan bahwa keputusan politik semacam itu, tak terkecuali keinginan Budi Arie masuk Gerindra adalah hak setiap warga negara.“Ya, saya kira itu hak sebagai warga negara untuk bergabung ke partai mana pun. Saya kira itu sudah keputusan yang baik, keputusan yang tepat,” pungkasnya.Baca juga: Budi Arie Mau Gabung Gerindra, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi Menurut AD/ARTNamun, langkah politik Budi Arie tak lepas dari kecurigaan PDI-P, partai yang sempat menjadi rumah politik Keluarga Jokowi sebelum bersaing pada Pilpres 2024.Ketua DPP PDI-P Said Abdullah menduga, manuver Budi Arie membawa Projo ke Gerindra adalah strategi politik yang menyimpan agenda terselubung, misalnya untuk menitipkan Gibran.“Kalau Budi Arie hari ini mengiring Projo ke Gerindra, kepada Bapak Prabowo, logika politiknya barangkali seperti itu. Itu dari sisi kacamata Budi Arie, kalkulasi politiknya Budi Arie,” ujar Said di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa .“Apakah ada sesuatu yang disembunyikan oleh Budi Arie? Bahwa dia mendukung Bapak Prabowo sambil akan bonceng sesuatu di belakangnya, dengan nitip Pak Gibran, umpamanya, ya biasa-biasa saja. Kan itu strategi politik saja,” lanjutnya.Dok. istimewa Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sekaligus Ketua Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Said Abdullah menegaskan evaluasi menteri harus berbasis indikator kinerja yang terukur agar keputusan Presiden lebih obyektif.Kendati demikian, Said menepis anggapan sejumlah pihak bahwa langkah Budi Arie ke Gerindra untuk mencari perlindungan hukum usai terseret isu judi online (Judol).“Saya tidak melihat dari sisi itu. Karena bagi Gerindra itu bukan tempat kumpulannya para kriminal,” katanya.Menurut Said, Gerindra maupun PDI-P adalah partai besar yang memiliki tradisi politik kuat, dan menjadi wadah bagi tokoh-tokoh yang ingin memajukan bangsa.“Gerindra itu ingin jadi partai... sama dengan PDI Perjuangan. Partai itu tempat berkumpulnya orang-orang yang mampu memberikan pemikiran-pemikiran hebat untuk kemajuan bangsa,” pungkasnya.Baca juga: Muzani Sebut Budi Arie Memenuhi Syarat Gabung Gerindra
(prf/ega)
Budi Arie Manuver Ingin Masuk Gerindra: Muzani Buka Pintu, Gibran Dukung, PDIP Curiga
2026-01-11 23:55:02
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:26
| 2026-01-11 23:06
| 2026-01-11 22:54
| 2026-01-11 22:30
| 2026-01-11 22:17










































