Gibran Cek Pembangunan Gereja Basilika Pertama di IKN: Kapasitas 1.600, Selesai Tahun 2026

2026-02-06 13:24:58
Gibran Cek Pembangunan Gereja Basilika Pertama di IKN: Kapasitas 1.600, Selesai Tahun 2026
JAKARTA, - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau pembangunan Gereja Basilika Santo Fransiskus Xaverius di Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa .Gereja itu ditargetkan rampung pada pertengahan tahun 2026."Gereja dengan kapasitas sekitar 1.600 umat ini direncanakan selesai pada pertengahan tahun 2026," kata Gibran dalam keterangannya saat meninjau gereja, Selasa.Ia menyampaikan, gereja yang dibangun di kawasan Plaza Kerukunan ini merupakan gereja basilika pertama di Indonesia.Baca juga: Momen Gibran Berbaur dan Menyapa Warga yang Liburan Akhir Tahun di IKN"Plaza Kerukunan merupakan kawasan ruang terbuka publik yang menjadi wujud nyata komitmen negara dalam merawat keberagaman, toleransi, dan persaudaraan antarumat beragama," ucap dia.Sebagai informasi, dikutip dari keterangan pers Sekretariat Wakil Presiden, kunjungan Gibran ke IKN akan berlangsung dua hari hingga Rabu .Di hari pertama, Gibran akan meninjau sejumlah titik strategis, antara lain Masjid Negara IKN, Plaza Kerukunan, proyek pembangunan Gereja Basilika IKN, serta kawasan pembangunan Istana Wakil Presiden RI.Pada hari kedua, Rabu , Gibran dijadwalkan melanjutkan peninjauan ke Kawasan Pendidikan IKN, Proyek Pembangunan Gedung Legislatif/Yudikatif IKN, serta Pasar Sepaku (Pasar Rebo Sukaraja) di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.Baca juga: Lahan Jagung yang Diresmikan Wapres Gibran Terbengkalai, Polresta Tangerang Lakukan EvaluasiIa didampingi oleh istrinya, Selvi Ananda.Selain Selvi, turut hadir dalam kunjungan kerja ke IKN Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, Plt. Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar, serta Staf Khusus Wapres Achmad Adhitya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-02-06 13:46