Masuki Potensi Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Kulon Progo Siagakan Alat Berat

2026-02-02 08:38:51
Masuki Potensi Bencana Hidrometeorologi, Pemkab Kulon Progo Siagakan Alat Berat
- Menjelang puncak musim hujan, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, sebelumnya sudah mengumumkan status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi.Dalam berita tertulis kantor Dinas Kominfo Kulon Progo, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo, Setiawan Tri Widada, menegaskan pemerintah “siaga penuh”.Pasalnya, dari hasil assessment lapangan, setelah status siaga darurat ditetapkan, dengan opsi peningkatan bisa menjadi tanggap darurat bila bencana meluas.Langkah ini menindaklanjuti peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi peningkatan curah hujan pada November–Desember 2025 di hampir seluruh wilayah Indonesia.“Jika kondisi bencana semakin masif, kita akan naikkan menjadi tanggap darurat,” kata Setiawan selagi pemerintah menggelar apel kesiapsiagaan di halaman Polres Kulon Progo, Rabu .Baca juga: Banjir Lahar Gunung Semeru, Tanggul Sepanjang 150 Meter JebolApel ini adalah Apel Kesiapsiagaan Tanggap Bencana Hidrometeorologi yang diikuti personel TNI, Polri, tim SAR dari berbagai unsur, dan relawan.Sejumlah peralatan turut digelar di sana, serta tenda umum, peralatan gotong royong, helm keselamatan, sepatu safety, hingga alat berat ekskavator.Setiawan mengungkapkan, bencana yang terjadi saat ini masih dalam skala kecil, namun tetap menjadi perhatian dan akan terus dilakukan assessment sebagai dasar untuk merencanakan tindakan tanggap darurat lebih lanjut sekaligus memitigasi risiko bencana.Pemerintah menyiapkan anggaran untuk penanganan darurat bencana dari pos Belanja Tak Terduga (BTT) sekitar Rp10 miliar.Kemampuan fiskal daerah ini untuk seluruh kebutuhan tak terduga, termasuk di dalamnya adalah penanganan bencana.Angka itu terlihat kontras dengan risiko bencana yang rutin dihadapi wilayah Kulon Progo setiap tahun, terutama pada musim penghujan, di mana rawan longsor di wilayah perbukitan dan banjir di dataran hingga ancaman gelombang tinggi di kawasan pantai.Sementara itu, Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, mendorong kerja sama lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana. "Kerjasama ini adalah wujud kepedulian terhadap masyarakat, serta aksi solidaritas untuk melindungi masyarakat," ujar Ambar.Menghadapi potensi bencana, Kapolres Kulon Progo AKBP Wilson Bugner F. Pasaribu menegaskan kesiapan 350 personel kepolisian, ditambah 161 dari unsur TNI, BPBD, Basarnas, dan BMKG.“Apel ini momentum bagi masyarakat untuk waspada dan menyiapkan diri menghadapi potensi bencana,” kata Wilson.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-02 13:24