Kebakaran Los Pepaya Pasar Induk Kramat Jati, Api Merambat dalam Hitungan Menit

2026-01-13 08:04:59
Kebakaran Los Pepaya Pasar Induk Kramat Jati, Api Merambat dalam Hitungan Menit
JAKARTA, – Kobaran api yang membakar los pepaya Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin pagi, disebut cepat merambat.Si jago merah itu menjalar di area los yang dipenuhi material mudah terbakar, sehingga memicu kepanikan pedagang dan warga sekitar."Cepat banget merembet ini, hitungan menit ini, karena angin terus banyak kayu sama plastik," ujar Ridwan, salah satu sopir truk yang berada di area pasar saat kejadian.Baca juga: Kebakaran Los Pepaya Kramat Jati Diduga Dipicu Korsleting Toko PlastikAdapun kebakaran diduga dipicu korsleting dari sebuah toko plastik di sekitar lokasi."Itu awalnya toko plastik dekat situ, toko plastik korsleting. Dengar ledakan saya, mobil saya lagi parkir bongkar muat, saya lagi duduk-duduk di warung," jelas Ridwan.Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, asap hitam tebal membumbung tinggi dari kawasan Pasar Induk Kramat Jati.Sejumlah pedagang tampak berlarian menjauh sesaat setelah dua kali suara ledakan terdengar dari area los.Di sekitar titik kebakaran, peti-peti kayu dan material dagangan berserakan, dengan sebagian di antaranya tampak hangus terbakar.Kondisi tersebut membuat api cepat meluas dan sulit dikendalikan pada tahap awal.Baca juga: Kebakaran Los Pepaya Pasar Kramat Jati, Asap Hitam Membubung dan Pedagang BerlarianSejumlah unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.Petugas berjibaku memadamkan api di tengah kepulan asap pekat yang menyelimuti area pasar, sementara kendaraan pemadam dengan lampu darurat menyala terlihat bersiaga di sekitar lokasi.Aparat kepolisian juga berada di lokasi dan mengimbau pedagang serta warga untuk menjauh dari area kebakaran demi keselamatan serta kelancaran proses pemadaman.Petugas piket pemadam kebakaran menyatakan situasi kebakaran masih merah.Sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran dan 80 personel dikerahkan untuk memadamkan api.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-13 08:04
#5

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-01-13 06:27