Curhat Zulhas: Lagi Olahraga Ada Ibu-Ibu Tanya "Pak Tidak Gotong Beras?"

2026-02-02 18:31:56
Curhat Zulhas: Lagi Olahraga Ada Ibu-Ibu Tanya
JAKARTA, - Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan bercerita soal pengalaman unik saat berolahraga di Jalan Sudirman, Jakarta. Dua ibu yang mengenal dirinya bertanya mengapa ia tidak sedang menggotong beras.Pertanyaan itu muncul karena video Zulhas memanggul karung beras saat meninjau lokasi longsor dan banjir di Sumatera Barat pada akhir November viral di media sosial."Saya lagi jalan kemarin, olahraga di Jalan Sudirman. Ada yang lirik-lirik tapi enggak ngomong. Ada ibu-ibu dua, 'Pak Zul, berasnya mana? Enggak gotong beras?'," ujar Zulhas dalam acara BIG Conference 2025 di Jakarta, Senin ."Ini saya bilang saya lagi olahraga karena kecapean gotong beras. Ketawa semua," lanjutnya, disambut tawa peserta.Baca juga: Menko Zulhas: Tahun Ini Tidak Impor Beras Lagi, Walaupun Satu ButirVideo Zulhas memanggul beras menjadi bahan perbincangan publik. Dalam video itu, ia tampak memanggul karung beras sendirian, sementara orang-orang di sekitarnya tidak melakukan hal serupa.Ketua Umum PAN ini menjelaskan ia sudah terbiasa membagikan beras di berbagai daerah. Kebiasaan itu ia sebut berasal dari pesan mendiang ibunya."Jadi saya diperintah Ibu saya, almarhum, 'tiap hari itu nak harus memberikan bantuan karena dalam Islam itu ayatnya jelas'," kata Zulhas.Kebiasaan itu disebutnya sudah dilakukan sejak kecil. Ia juga terbiasa membawa kantong beras hingga lima kilogram saat kunjungan ke daerah."Saya mulai 6 tahun-7 tahun biasa berbagi. Setiap pas saya ke daerah, tanya aja teman-teman, saya memang bagi beras. Jadi biasa saya gotong beras," ucapnya.Baca juga: Tinjau Lokasi Bencana di Sumbar, Zulhas Minta Bantuan Pangan Ditambah 2 Kali LipatZulhas menyadari tindakannya bisa dianggap aneh oleh sebagian orang. Namun ia menegaskan tidak mempermasalahkan kritik dan memilih memaafkan semua pihak.Ia mengajak masyarakat fokus membantu warga yang terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar."Yang paling penting, saya mengajak kita jangan marah-marah, jangan cuma emosi. Mari kita bantu saudara-saudara kita yang di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Satu rupiah pun penting bagi mereka, satu karung beras pun penting," tutupnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-02-02 16:26