Manfaatkan AI, Monash University Tingkatkan Akses pada Riset Kesehatan

2026-01-12 16:45:50
Manfaatkan AI, Monash University Tingkatkan Akses pada Riset Kesehatan
 - Dalam rangka mempercepat akses terhadap riset dan bukti ilmiah terbaru di bidang kesehatan, Monash University berencana meluncurkan platform berbasis AI (Artificial Intelligence), berisi riset kesehatan terbaru yang cukup real-time.Berdasarkan rilis yang diterima Kompas.com, Senin , platform berbasis AI ini akan dikembangkan melalui penyusunan peta jalan teknologi yang mendukung terciptanya bukti kesehatan yang berkesinambungan (living evidence).Nantinya, platform ini akan menghubungkan tenaga kesehatan, pembuat kebijakan, dan anggota komunitas yang berkaitan dengan kesehatan.Monash menilai, panduan klinis yang usang menjadi tantangan besar bagi sektor kesehatan. Sebab keterlambatan sekecil apapun dapat menghambat respon terhadap kondisi darurat yang berpotensi meningkatkan risiko hasil kesehatan yang buruk. Hal ini seharusnya bisa dihindari.Baca juga: 10 Kampus Terbaik di China untuk Pelajari AIPlatform berbasis AI ini berperan secara krusial saat menghadapi keadaan darurat kesehatan, seperti wabah penyakit atau krisis lainnya.Untuk menyusun peta jalan tersebut, Monash menggelar 2 lokakarya pada 2025 bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Cochrane, jaringan nirlaba global penyedia info kesehatan tepercaya.Lebih dari Lebih dari 70 perwakilan sektor kesehatan dari Australia, Tiongkok, India, Indonesia, Malaysia, Selandia Baru, Filipina, Korea Selatan, Swiss, dan Thailand hadir dalam kegiatan tersebut.Proyek regional berskala besar ini mengidentifikasi berbagai kebutuhan, hambatan, dan faktor pendukung untuk menghadirkan bukti riset kesehatan serta medis yang diperbarui secara berkesinambungan bagi para pengambil keputusan di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik Barat.Hasil dari lokakarya tersebut tertuang dalam sebuah laporan ilmiah baru bertajuk Co-designing a Living Evidence Architecture: Understanding the needs of South-East Asia and the Western Pacific.Laporan ini menjelaskan bagaimana platform bukti ilmiah di bidang kesehatan berbasis AI yang dikoordinasikan secara regional dapat meningkatkan akses terhadap riset kesehatan terkini.Baca juga: Mencermati Pesan Paus Leo XIV terhadap Generasi Muda terkait Penggunaan AIInisiatif ini dipimpin oleh Australian Living Evidence Collaboration (ALEC) dari Monash. Sebuah kolaborasi penyedia bukti kesehatan yang berkesinambungan (living evidence) di Australia, bersama dengan Fakultas Seni, Desain, dan Arsitektur (MADA) dan Fakultas Teknologi Informasi (FIT) di kampus pusat Monash di Australia, serta Monash University, Indonesia.Direktur ALEC Tari Turner menyebut, living evidence sebagai infrastruktur baru untuk pengetahuan kesehatan yang mampu berkembang seiring dengan meningkatnya pemahaman dan kemampuan kita untuk menyesuaikan dengan kondisi lokal."Proyek ini menunjukkan bahwa, melalui kolaborasi dan perancangan bersama, kita dapat membuat bukti ilmiah benar-benar bisa diakses dan berdampak global,” jelasnya.Indah Suci Widyahening dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menegaskan bahwa dokter dan pasien membutuhkan panduan yang dapat dipercaya.“Akses ke bukti kesehatan yang mutakhir dan tepat waktu akan membantu kami dalam memberikan rekomendasi yang relevan dan praktis. Sehingga hasil kesehatan (health outcome) di kedua kawasan dapat meningkat. Selain itu, upaya ini dapat mengurangi biaya yang tidak perlu,” lanjutnya.


(prf/ega)