Koperasi Tak Lagi Simpan Pinjam, Pemerintah Siapkan Lompatan ke Manufaktur

2026-02-04 22:15:50
Koperasi Tak Lagi Simpan Pinjam, Pemerintah Siapkan Lompatan ke Manufaktur
JAKARTA, - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mulai mengubah arah gerak koperasi nasional agar masuk ke sektor manufaktur.Ia menilai koperasi bisa memproduksi kebutuhan sehari-hari seperti sampo, sabun, kecap, dan saus. Produk itu diproduksi secara mandiri lalu dijual melalui outlet koperasi.Dengan skema ini, koperasi tidak hanya bergerak sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi naik menjadi pemain manufaktur nasional.“Nah koperasinya ini kami akan dorong untuk membiayai kooperasi-kooperasi yang akan membuat pabrik-pabrik manufaktur sendiri. Mulai dari pabrik sampo sendiri, pabrik sabun sendiri, pabrik kecap, pabrik saos, apapun pabriknya. Kita akan produksi sendiri, akan kita jual sendiri di outlet-outlet koperasi desa," ujar Ferry dalam acara Temu Mitra LPDB Koperasi di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis .Baca juga: FILONOMICS: Menkop Blak-blakan soal Peran TNI di Kopdes Merah PutihFerry menyampaikan rencana bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas penambahan anggaran bagi Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi. Tambahan modal dipandang penting untuk mendorong koperasi naik kelas.LPDB Koperasi merupakan lembaga keuangan bukan bank di bawah Kemenkop yang menyalurkan pinjaman kepada koperasi."Dan LPDB juga sekarang insya Allah kami dorong semakin baik, saya akan ada pertemuan dengan Pak Menteri Keuangan untuk bisa menambah modal di LPDB," paparnya.Ferry menegaskan LPDB Koperasi memegang peran strategis sebagai penyalur pembiayaan agar koperasi bisa memperluas usaha. Ia menolak koperasi hanya berfokus pada layanan simpan pinjam.Gagasan ini berkaitan dengan penguatan ekosistem Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/KDKMP) yang ditargetkan menjadi dasar ekonomi desa.Baca juga: Menkop: 30.500-an Titik Tanah Siap untuk Dibangun Kopdes Merah PutihUntuk mewujudkan rencana tersebut, Ferry akan mengusulkan tambahan anggaran LPDB kepada Kementerian Keuangan. Ia belum menjelaskan berapa besar anggaran yang akan diajukan.“Belum ketemu, tapi idenya kami akan minta tambahan untuk memperkuat permodalan dari LPDB," ujar Ferry.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Selain itu, ia juga berpesan agar seluruh ASN di Indonesia tetap menjaga integritas dan terus melayani masyarakat dengan hati.Rini menegaskan bahwa ASN harus bekerja secara profesional untuk mendukung tugas-tugas pemerintahan. Pasalnya, Korpri berperan sebagai simbol persatuan, kolaborasi, dan stabilitas nasional melalui kerja sama seluruh komponen bangsa.Lebih lanjut, Penasihat Harian Dewan Pengurus Korpri Nasional ini berharap agar anggota Korpri bekerja dengan inovasi dan efisiensi, serta mengedepankan pelayanan cepat, hemat, dan transparan melalui pemanfaatan teknologi digital.“Saya berharap Korpri menjadi rumah para ASN dan menjadi wadah yang bermanfaat bagi para ASN dan tentunya untuk memudahkan para ASN berkolaborasi. Sekali lagi selamat kepada Korpri. Selamat Hari Ulang Tahun ke-54,” ucap Rini.Baca juga: 29 November Memperingati Hari Apa? Ini Sejarah HUT KORPRI dan Tema Peringatan 2025Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak para anggota Korpri untuk memperkuat solidaritas dan mendukung penanganan bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan sejumlah wilayah lainnya.Upaya tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian antarsesama untuk setidaknya meringankan beban saudara se-Tanah Air yang terdampak bencana.Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Korpri Zudan Arif Fakrulloh menekankan bahwa Korpri merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pemerintah.Oleh karena itu, ia mengajak para anggota untuk menerapkan kesiapsiagaan Korpri dalam mendorong percepatan pembangunan nasional sejalan dengan Asta Cita Pemerintah Indonesia.Baca juga: Menteri PPN Ajak Perguruan Tinggi Berkontribusi dalam Pembangunan Nasional

| 2026-02-04 21:00