Tradisi "Kocok KTP" Demi Tiket Mudik ke Krayan di Libur Natal-Tahun Baru: Penumpang Tak Punya Pilihan

2026-01-11 22:14:50
Tradisi
NUNUKAN, – Menjelang Natal dan Tahun Baru, wilayah perbatasan RI – Malaysia memiliki cerita unik tentang mudik, yang sekaligus menunjukkan sebuah fakta betapa mirisnya nasib warga tapal batas.Bagi warga asal dataran tinggi Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, musim mudik menjadi ujian tersendiri.Mereka harus berebut tiket pesawat di Bandara Tarakan sebelum bisa naik pesawat menuju Bandara Long Bawan, Krayan.Untuk diketahui, pesawat perintis menjadi satu-satunya transportasi untuk menjangkau salah satu wilayah paling terisolir di Kaltara ini."Setiap musim mudik Nataru, undian KTP bagi warga Krayan menjadi tradisi. Boleh dikatakan ini sebuah keterpaksaan dan menjadi keunikan tersendiri," ujar salah satu tokoh masyarakat Krayan, Martinus Baru, kepada Kompas.com, Rabu .Baca juga: Subsidi Tiket Pesawat Nunukan-Krayan Resmi Berlaku, Harga dari Rp 1,7 Juta Jadi Rp 529.000Membludaknya calon penumpang pesawat MAF Susi Air yang berkapasitas 12 penumpang membuat warga Krayan terpaksa harus ikut undian KTP demi memperoleh tiket pesawat.Mereka akan memasukkan puluhan KTP ke dalam sebuah kotak kardus, lalu dikocok, dan pengundi akan memanggil nama mereka satu per satu untuk mencabut KTP di dalam kardus."Tiket pesawat dikeluarkan sesuai KTP yang dicabut dari dalam kardus. Semacam arisan," jelasnya.Biasanya, hanya 10 orang yang mendapatkan tiket pesawat, karena 2 tiket lain digunakan untuk keadaan darurat.Baca juga: Perjuangan PPPK Paruh Waktu dari Pedalaman Krayan, Habiskan Rp 3 Juta Demi Selembar SKCKMasyarakat Krayan sepakat mendahulukan warganya yang sakit atau memiliki urusan sangat mendesak.Ia menambahkan, undian KTP juga berlaku bagi penerbangan setelahnya."Bagi yang tidak dapat tiket karena namanya tidak keluar, terpaksa menginap lagi di Kota Tarakan. Pesawat kan terbang dua sampai tiga kali seminggu. Jadi kita menunggu giliran," imbuhnya.Kondisi ini, lanjut Martinus, membuat warga Krayan yang kuliah, bekerja, atau pulang melakukan kunjungan dari luar kota, takut untuk mudik karena menghabiskan waktu dan biaya di luar yang seharusnya.Baca juga: Krayan Sempat Gelap Gulita 3 Hari, Camat: Mau Mengharap Siapa? Dari Dulu Tetap Seperti IniSeharusnya, pemesanan tiket pesawat bisa dilakukan secara online.Hanya saja, kondisi berbeda terjadi bagi pesawat menuju Krayan.


(prf/ega)