Tunjuk Uus Kuswanto Jadi Sekda DKI, Pramono: Tidak Ada Lobi yang Pengaruhi Keputusan Saya

2026-01-11 03:45:53
Tunjuk Uus Kuswanto Jadi Sekda DKI, Pramono: Tidak Ada Lobi yang Pengaruhi Keputusan Saya
JAKARTA, – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, penunjukan Uus Kuswanto sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta merupakan keputusan profesional tanpa campur tangan atau lobi dari pihak mana pun. Hal itu ia sampaikan usai melantik Uus di Balairung, Balai Kota Jakarta, Senin .“Tidak ada sama sekali lobi yang bisa memengaruhi keputusan saya. Maka ketika sudah memutuskan menominasikan utama Pak Uus, tentunya itu adalah bagian dari tanggung jawab saya,” kata Pramono, Senin.Baca juga: Pelantikan Sekda DKI Jakarta Uus Kuswanto Digelar Tertutup, Ada Apa?Ia menekankan, seluruh proses pemilihan Sekda berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. Pramono juga membantah adanya pihak tertentu yang mencoba mempengaruhi keputusannya dalam menentukan pejabat sekda.Selain itu, Pramono menyebut dirinya baru bertemu langsung dengan Uus setelah prosesi pelantikan.“Jadi saya baru ketemu ini tadi dengan Pak Uus. Itulah bagian dari profesionalisme yang saya junjung tinggi,” ujarnya.Pelantikan Uus dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 184/TPA Tahun 2025 yang diterbitkan pada 21 November. Ia menggantikan Marullah Matali yang telah mengabdi selama 29 tahun di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.Menurut Pramono, pemilihan Uus didasarkan pada rekam jejak dan kemampuan administratifnya yang dinilai kuat.Dengan pengalamannya selama 25 tahun bekerja di pemerintahan pusat, Pramono meyakini Uus adalah tipe aparatur yang dibutuhkan untuk memperkuat birokrasi Ibu Kota.Baca juga: Profil Uus Kuswanto: Dulu Lurah, Kini Dilantik Jadi Sekda DKI Jakarta"Saya melihat rekam jejak, dan saya membutuhkan seorang administrator yang ulung, yang kuat, karena untuk substansi dan sebagainya tentunya dengan pengalaman panjang saya sebagai orang yang bekerja di Pemerintah Pusat 25 tahun, saya tahu apa yang saya butuhkan,” ungkapnya.Pramono memastikan sejumlah jabatan lain yang masih kosong di lingkungan Pemprov DKI akan segera diisi, termasuk posisi Wali Kota Jakarta Barat yang ditinggalkan Uus.


(prf/ega)