Hari Guru Nasional 25 November 2025, Ini Sejarah Perjuangannya

2026-01-12 05:21:59
Hari Guru Nasional 25 November 2025, Ini Sejarah Perjuangannya
- Setiap 25 November diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Bagi banyak orang, tanggal ini bukan sekadar seremoni, tetapi momen refleksi untuk mengenang perjalanan panjang para guru yang telah mendedikasikan hidupnya demi mencerdaskan bangsa. Di balik penetapannya, terdapat kisah sejarah yang melekat kuat dengan perjuangan pendidikan Indonesia.Baca juga: Karier Jenderal Soedirman: Dari Guru Muhammadiyah hingga Panglima TNISejarah Hari Guru Nasional berkaitan erat dengan perjuangan para guru di masa kolonial. Perjalanan ini dimulai pada 1912, ketika para guru pribumi mendirikan organisasi Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) di tengah diskriminasi kolonial.Saat itu, istilah “Hindia Belanda” digunakan karena Indonesia masih berada di bawah kekuasaan Belanda.PGHB hadir sebagai wadah perjuangan guru-guru lokal untuk membela hak, martabat, serta kesejahteraan mereka yang kerap diabaikan oleh sistem pendidikan kolonial.Setelah Indonesia merdeka, para guru mengambil langkah besar. Pada 24–25 November 1945, guru dari berbagai organisasi pendidikan berkumpul di Surakarta dalam Kongres Guru Indonesia.Kongres ini melahirkan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), yang menjadi simbol persatuan, tekad, dan komitmen guru untuk ikut mempertahankan kemerdekaan bangsa.Tujuan didirikannya PGRI saat itu meliputi:Baca juga: Dari Sumatra Westkust, Menggugat Ordonansi GuruHampir lima dekade setelah lahirnya PGRI, pemerintah menetapkan tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional. Penetapan ini diatur melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, yang menyatakan hari lahir PGRI sebagai hari penghargaan resmi bagi para guru.Peneguhan ini diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yang menekankan pentingnya apresiasi terhadap profesi guru dan peningkatan kualitas pendidikan nasional.canva.com Ilustrasi Sejarah Hari Guru Nasional 2025Pada 2025, Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merilis tema masing-masing. Kemenag memilih tema “Merawat Semesta dengan Cinta”, sedangkan Kemendikdasmen mengangkat tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat.”Kedua tema tersebut menyoroti peran strategis guru dalam membentuk karakter, moralitas, dan masa depan generasi Indonesia.Di sekolah-sekolah, peringatan Hari Guru dilakukan dengan kegiatan bermakna seperti upacara bendera, tukar kado sebagai wujud apresiasi, hingga makan bersama yang mempererat hubungan antara guru dan murid.Momentum ini mengingatkan bahwa peran guru bukan hanya mengajar, tetapi juga membentuk karakter bangsa melalui keteladanan dan dedikasi.Baca juga: Kweekschool, Sekolah Pendidikan Guru pada Masa Kolonial BelandaReferensi: 


(prf/ega)