Pramono Minta Transjakarta Jaga Citra Baik Perusahaan Usai 3 Karyawan Dilecehkan Atasan

2026-01-16 13:22:48
Pramono Minta Transjakarta Jaga Citra Baik Perusahaan Usai 3 Karyawan Dilecehkan Atasan
JAKARTA, - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta PT Transjakarta menjaga citra perusahaan usai tiga karyawan perempuan diduga dilecehkan oleh atasan mereka.Ia menegaskan, tindakan seperti itu tidak boleh dibiarkan karena dapat merusak citra baik yang selama ini sudah dibangun oleh perusahaan transportasi milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tersebut.“Karena bagaimanapun sekarang ini Transjakarta itu citranya sudah baik. Sehingga jangan sampai citra yang sudah baik (tercoreng),” ucap Pramono di Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu .Baca juga: 3 Karyawan Transjakarta Diduga Dilecehkan oleh AtasannyaPramono menilai Transjakarta selama ini dikenal sebagai perusahaan dengan pelayanan publik yang baik dan menjunjung tinggi kesetaraan bagi para pekerja.Ia pun mengingatkan agar kasus dugaan pelecehan itu tidak merusak reputasi perusahaan, terutama setelah Transjakarta membuka kesempatan kerja bagi 15 perempuan sebagai pengemudi bus serta menerima penyandang disabilitas sebagai karyawan.“Kemarin memberikan kesempatan 15 orang perempuan untuk menjadi driver, kemudian juga ada Zidan (pelamar pekerja disabilitas) diterima di TransJakarta, dan fasilitas pelayanannya baik, tetapi kalau kemudian ada orang yang melakukan pelecehan, siapa pun itu, kalau itu benar, saya minta ditindak setegas-tegasnya,” lanjut Pramono.Untuk itu, Pramono meminta Transjakarta mengusut dan memberikan hukuman tegas terhadap terduga pelaku jika terbukti bersalah.“Siapa pun itu, kalau itu benar, saya minta ditindak setegas-tegasnya,” lanjut Pramono.Sebelumnya, kasus dugaan pelecehan ini memicu protes dari sejumlah anggota Pimpinan Unit Kerja Serikat Pekerja Dirgantara Digital dan Transportasi (PUK SPDT FSPMI) PT Transjakarta.Mereka menggelar aksi di depan kantor Transjakarta, Cawang, Jakarta Timur, Rabu .Ketua PUK SPDT FSPMI PT Transjakarta, Indra Kurniawan, menjelaskan bahwa tiga anggota serikat pekerja menjadi korban pelecehan dan kekerasan oleh dua orang atasan mereka.Baca juga: Transjakarta Sanksi Karyawan yang Lecehkan Bawahannya“Pertama adalah kasus pelecehan dan kekerasan seksual, di mana ada tiga anggota kami yang dilecehkan oleh dua pelaku, yang mana pelaku ini adalah seorang atasan atau leader daripada korban, anggota kita selaku bawahannya," jelas Indra Kurniawan, saat ditemui di depan Kantor Transjakarta, Rabu .Indra menjelaskan, satu korban bekerja di satuan tugas (satgas) Transcare, sementara dua lainnya bertugas sebagai satgas Transjakarta Pariwisata.Adapun dua pelaku merupakan koordinator lapangan di bidang pelayanan dan pengendalian bus wisata di unit tempat para korban bekerja.“Kasus ini sudah bergulir dari bulan Mei, artinya, ya sudah kurang lebih enam bulan kasus ini bergulir, tidak ada punishment yang sesuai dengan kaidah hukum yang berlaku," kata Indra.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-01-16 11:45