PADANG, - Sebanyak tiga kecamatan dengan 7 titik Nagari di Agam, Sumatera Barat (Sumbar), masih terisolir akibat bencana banjir dan longsor hingga Minggu .Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi mengatakan, tiga kecamatan tersebut masih terisolir karena akses jalan belum bisa dilalui."Daerah itu masih terisolir karena akses jalan yang belum bisa dilalui akibat longsor atau jalan putus," kata Arry kepada Kompas.com, Minggu.Menurut Arry, bantuan ke lokasi tersebut terpaksa harus dikirim lewat udara melalui helikopter.Selain itu, Arry mengatakan, saat ini pihaknya sedang berjibaku untuk membuka akses jalan ke sana."Alat-alat berat sudah dikerahkan untuk membuka akses jalan ke sana," ujar Arry.Baca juga: Update Bencana Sumbar: 228 Orang Meninggal Dunia dan 98 Orang HilangArry kemudian merinci jumlah masyarakat yang terisolir di tiga kecamatan dengan 7 Nagari tersebut.Menurut Arry, di Kecamatan Palembayan, ada empat nagari atau desa yang terisolir. Dengan rincian, Nagari Sipinang dengan 924 jiwa. Lalu, Nagari Sungai Puar, ada Jorong Data Sungai Pua dengan 700 jiwa.Kemudian, Nagari Baringin, ada Jorong Data Baringin 800 jiwa, Jorong Data Buayan 800 jiwa, Jorong Data Kaciak 756 jiwa, dan Jorong Data Munti 825 jiwa.Selanjutnya, di Nagari IV Koto Palembayan, ada Jorong Lambeh dengan 852 jiwa."Di Kecamatan Palembayan ini ada tiga Nagari yang masih terisolir dengan ribuan warga," ujar Arry.Selanjutnya, di Kecamatan Malalak ada dua nagari, yaitu Nagari Malalak Utara dengan 2.529 jiwa. Lalu, Nagari Malalak Timur dengan 2.772 jiwa.Arry menjelaskan, untuk Kecamatan Tanjung Raya ada satu titik yang terisolir, yakni Nagari Sungai Batang dengan 4.622 jiwa.Baca juga: PMI Kirim 1 Ton Abon untuk Pengungsi Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar
(prf/ega)
3 Kecamatan dan 7 Nagari di Agam Masih Terisolir, Bantuan Dikirim lewat Udara
2026-01-12 05:19:59
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:42
| 2026-01-12 04:00
| 2026-01-12 03:25
| 2026-01-12 03:16










































