Truk Sumbu 3 Masih Melintas di Tol Saat Nataru, Kakorlantas Koordinasi ke Menhub

2026-01-13 09:48:55
Truk Sumbu 3 Masih Melintas di Tol Saat Nataru, Kakorlantas Koordinasi ke Menhub
Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyoroti masih banyaknya truk sumbu 3 atau truk besar yang masih melintas di jalan tol selama libur Natal dan tahun baru (Nataru) sampai saat ini. Dia menyayangkan hal tersebut."Tadi kami juga menekankan kembali terkait dengan kendaraan sumbu 3, karena kami mendapatkan laporan masih ada beberapa kendaraan sumbu 3 yang melintas," kata Irjen Agus kepada wartawan di kawasan Cawang, Jakarta Selatan, Kamis (25/12/2025).Irjen Agus langsung berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi untuk menindaklanjuti hal tersebut. Menurutnya, hal ini penting bagi keselamatan para pemudik."Saya sudah koordinasi dengan Pak Menteri Perhubungan untuk kembali menekankan agar kendaraan sumbu 3 untuk sementara tidak melintas dulu di jalan tol," jelasnya."Sehingga keselamatan dan kelancaran bagi masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan di akhir tahun ini betul-betul bisa kita berikan secara optimal," imbuhnya.Sementara itu, dia menyebut belum ada insiden besar selama mudik Natal dan tahun baru. Dia berharap hal ini bertahan hingga seluruh masyarakat kembali pulang."Untuk kejadian-kejadian yang menonjol, sampai saat ini dilaporkan nihil. Kita harapkan semuanya bisa berjalan dengan aman, lancar, dan selamat sampai tujuan," ucapnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-13 08:34