Menghilang 40 Tahun, Hewan Asli Australia Ini Resmi Dinyatakan Punah

2026-01-12 06:13:22
Menghilang 40 Tahun, Hewan Asli Australia Ini Resmi Dinyatakan Punah
— Kabar duka datang dari dunia konservasi internasional.Salah satu penghuni unik dari wilayah Australia, Celurut Pulau Natal (Crocidura trichura), kini resmi masuk ke dalam daftar merah spesies yang punah.Keputusan ini dikeluarkan oleh Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) pada Oktober 2025, setelah hewan mungil ini tidak pernah terlihat lagi selama 40 tahun.Baca juga: Mengenal Spesies Baru Laba-laba Kepik Merah, Punya Kepala Unik dan LangkaPulau Natal yang terletak di Australia memang dikenal sebagai rumah bagi satwa-satwa yang tidak ditemukan di tempat lain di Bumi.Namun, hilangnya celurut ini menambah daftar panjang tragedi lingkungan di wilayah tersebut.Dikutip IFL Science, Dahulu, celurut ini bukan sekadar penghuni biasa. Pada tahun 1890-an, para naturalis Eropa yang berkunjung ke sana mencatat betapa melimpahnya populasi hewan ini.Di malam hari, suara cicitannya yang melengking mirip suara kelelawar bisa terdengar dari segala penjuru pulau.Namun, kedatangan "tamu tak diundang" mengubah segalanya.Masuknya tikus hitam yang dibawa oleh manusia sekitar 100 tahun lalu menjadi awal petaka.Tikus invasif ini diduga membawa parasit yang mematikan bagi mamalia asli pulau tersebut.Selain itu, kehadiran ular serigala Asia pada 1980-an semakin memperburuk keadaan dan menekan populasi hewan-hewan kecil di sana.Hilangnya Celurut Pulau Natal menambah catatan kelam bagi Australia, yang telah kehilangan 39 spesies mamalia darat sejak tahun 1788—setara dengan 10 persen dari total spesies mamalia mereka.Meskipun sulit untuk memastikan kapan sebuah makhluk benar-benar hilang dari muka Bumi, deklarasi punah ini merupakan pengingat penting bagi manusia.Baca juga: Cara Hewan Tidur di Tengah Bahaya, Penguin Bisa Microsleep Ribuan Kali Sehari“Hilangnya celurut ini adalah pengingat akan besarnya tantangan dalam mencegah kepunahan lebih lanjut, beragamnya cara kehilangan ini bisa terjadi, perlunya mengambil kesempatan untuk melindungi spesies langka, dan pentingnya komitmen nasional serta politik untuk mencegah kepunahan,” tulis John Woinarski, Profesor Biologi Konservasi di Universitas Charles Darwin.Meski statusnya sudah resmi punah, masih ada secercah harapan kecil di hati para peneliti.Woinarski menambahkan bahwa ia berharap suatu saat nanti ditemukan keluarga kecil celurut yang masih bertahan hidup secara tersembunyi, menunggu waktu untuk membuktikan bahwa prediksi para pesimis itu salah.Selain celurut ini, IUCN juga mengumumkan kepunahan lima spesies lainnya, termasuk burung migran slender-billed curlew yang terakhir terlihat di Maroko pada 1995.Kini, dunia harus bekerja lebih keras agar suara-suara unik alam lainnya tidak ikut bungkam selamanya.


(prf/ega)