Masihkah ada ruang harapan bagi aparatur sipil negara untuk menapaki jenjang tertinggi kariernya? Apakah ketika kursi-kursi strategis kian sering diisi dari luar jalur birokrasi sipil?Di lingkungan birokrasi, belakangan ini terselip kegelisahan yang jarang diucapkan secara terbuka.Ia hadir dalam obrolan ringan di sela jam istirahat, dalam candaan setengah serius saat lembur, atau dalam kalimat pendek yang diakhiri dengan helaan napas, “Ya sudahlah, mau bagaimana lagi.”Kegelisahan itu sederhana, tetapi mendalam: masih adakah peluang bagi aparatur sipil negara (ASN) untuk mencapai puncak kariernya? Pertanyaan ini bukan datang dari mereka yang enggan bekerja.Justru sebaliknya, ia muncul dari ASN yang telah bertahun-tahun mengabdi, mengikuti berbagai pelatihan, melanjutkan pendidikan hingga jenjang magister bahkan doktor, dan memegang keyakinan bahwa kerja keras serta kompetensi akan menemukan jalannya. Keyakinan yang dulu terasa wajar, kini perlahan mulai goyah.Tangga Karier yang Terasa BerubahSejak awal, ASN memahami bahwa karier di birokrasi bukan perlombaan cepat. Jalurnya panjang, bertahap, dan penuh kesabaran.Mulai dari staf, naik perlahan melalui penilaian, waktu, dan kesempatan. Tidak semua akan sampai ke puncak, tetapi setidaknya ada rasa bahwa peluang itu tersedia bagi siapa pun yang tekun dan kompeten.Keyakinan itulah yang membuat banyak ASN bertahan. Ada kepercayaan bahwa negara memiliki sistem, dan sistem itu akan memberi tempat bagi mereka yang menjalani prosesnya dengan sungguh-sungguh.Namun dalam beberapa waktu terakhir, rasa itu mulai bergeser. Sejumlah jabatan yang selama ini dipandang sebagai puncak karier ASN semakin sering diisi oleh figur dari luar birokrasi sipil, khususnya dari kepolisian aktif. Pada titik inilah kegelisahan muncul, bukan karena rasa tidak hormat atau kecemburuan, melainkan karena pertanyaan yang wajar: jika posisi tertinggi kian sulit dicapai oleh ASN, untuk apa jalur panjang itu ditempuh?Bekerja Tetap Jalan, Harapan yang MenyusutDampak dari situasi ini memang tidak kasatmata. Kantor tetap beroperasi, pelayanan publik berjalan, dan tidak ada gejolak yang mencolok. ASN tetap menjalankan tugasnya dengan disiplin.Namun di balik rutinitas itu, ada perubahan suasana batin. Banyak ASN yang tetap bekerja, tetapi dengan orientasi berbeda. Dari yang semula ingin berprestasi, perlahan bergeser menjadi sekadar aman. Yang penting tidak salah langkah, tidak menimbulkan masalah.Soal mimpi menduduki jabatan strategis, tak lagi menjadi prioritas, bahkan dianggap tak perlu dipikirkan.
(prf/ega)
Antara Loyalitas ASN dan Masa Depan Karier Birokrasi
2026-01-12 04:16:25
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 03:47
| 2026-01-12 02:15
| 2026-01-12 01:58
| 2026-01-12 01:51










































