Kereta Buat Petani-Pedagang Beroperasi Besok, Tarif Rp 3.000

2026-01-12 05:16:08
Kereta Buat Petani-Pedagang Beroperasi Besok, Tarif Rp 3.000
- PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersiap menghadirkan layanan baru bernama Kereta Petani dan Pedagang. Inisiatif ini mendapatkan dukungan dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.Transportasi berbasis kereta ini ditujukan untuk memperlancar arus distribusi komoditas pertanian dan perdagangan lokal di lintas Merak–Rangkasbitung.Kereta Petani dan Pedagang nantinya terhubung dengan Commuter Line Merak dan mulai beroperasi pada Senin, 1 Desember 2025.VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan bahwa kereta tersebut menyediakan kapasitas 73 kursi.“Setiap harinya akan tersedia 7 perjalanan dari Merak dan 7 perjalanan dari Rangkasbitung, sesuai dengan jadwal Commuter Line Merak saat ini,” ujar Karina dalam siaran pers, dikutip pada Minggu.Baca juga: Prabowo Cek Kereta Petani: Kursinya Nyamping, Ongkos Disubsidi 60 PersenUntuk menggunakan layanan ini, petani maupun pedagang wajib melakukan registrasi terlebih dahulu, dengan ketentuan sebagai berikut:Kartu Petani dan Pedagang memungkinkan pemegangnya menikmati sejumlah kemudahan, termasuk pemesanan dan pembelian tiket mulai H-7 melalui loket-loket di stasiun Commuter Line Merak.Adapun aturan barang bawaan di kereta khusus ini mencakup:“Untuk barang bawaan yang berbau menyengat, hewan ternak, dan barang yang mudah terbakar serta senjata tajam/api, dilarang dibawa di kereta petani dan pedagang ini,” tegas Karina.Baca juga: Dukung Kereta Petani-Pedagang, Prabowo Disebut Minta Tambah KapasitasIa juga mengingatkan seluruh pengguna agar tetap mematuhi tata tertib demi kenyamanan bersama.Selain itu, pemilik kartu dapat melakukan boarding atau memasuki area ruang tunggu stasiun maksimal dua jam sebelum keberangkatan.Karina turut menekankan bahwa masyarakat yang belum melakukan registrasi masih diperbolehkan membeli tiket pada hari perjalanan selama kuota tiket masih ada.Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA, Arif Anwar, menegaskan dukungan penuh atas penyelenggaraan layanan ini. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan subsidi Public Service Obligation (PSO) untuk memastikan tarif tetap ramah di kantong.Baca juga: Dulu Tegas Tolak APBN untuk Whoosh, Apa Sikap Purbaya Kini?“Kami instruksikan kepada KAI Commuter melalui skema PSO untuk mematok tarif Kereta Petani dan Pedagang pada harga Rp 3.000 seperti tarif layanan Commuter Line Merak agar tidak memberatkan masyarakat,” ujar Arif.PSO sendiri merupakan bentuk subsidi pemerintah untuk menjaga keterjangkauan tarif layanan kereta api.Arif menegaskan seluruh rangkaian kereta telah memenuhi tahap pengujian keselamatan dan kelaikan sesuai standar pelayanan.Layanan ini berjalan berdasarkan ketentuan keamanan dan kenyamanan yang diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 63 Tahun 2019 mengenai Standar Pelayanan Minimum.“Kami mengapresiasi KAI Group atas inovasinya dalam meluncurkan layanan ini dan semoga Kereta Petani dan Pedagang dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat yang membutuhkan,” ucap Arif.Baca juga: Saat Prabowo Pasang Badan soal Utang Whoosh


(prf/ega)