Kisah Bambang, Menembus Batas Kelumpuhan hingga Raih Penghargaan Sastra

2026-01-12 05:41:50
Kisah Bambang, Menembus Batas Kelumpuhan hingga Raih Penghargaan Sastra
– Sastra bukan sekadar barisan kata di atas kertas atau layar digital. Bagi Bambang Ugoyudo, menulis adalah sebuah napas kehidupan dan sumber harapan baru di tengah keterbatasan fisiknya.Bambang, yang lebih dikenal dengan nama pena Naga Hitam, merupakan seorang penulis disabilitas yang mengalami kelumpuhan pada bagian kakinya dan tidak bisa turun ranjang.Meski tidak lagi bisa beraktivitas dengan leluasa, tangannya tetap lincah merangkai cerita lewat karyanya.Ketekunannya berbuah manis. Naga Hitam terpilih menjadi salah satu pemenang dalam ajang MaxNovel Award 2025.Baca juga: Ketika Penyintas Disabilitas Psikososial di Manggarai Timur Terima Kado Natal...Bagi Naga Hitam, menulis telah menjadi cara hidup yang memberinya kekuatan. Ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada MaxNovel yang telah memberikan kesempatan inklusif bagi penulis dari berbagai latar belakang."Menulis telah menjadi sumber harapan dan cara hidup meskipun dengan keterbatasan fisik," ungkapnya.Kemenangan Naga Hitam menjadi simbol semangat inklusivitas yang diusung ajang penghargaan tersebut.Baca juga: Momen Haru di Pendopo Pati, Orangtua Bangga Saat Anak Disabilitas Unjuk Kebolehan...Perhelatan MaxNovel Award 2025 yang mengusung tema "Agar Cerita-Cerita Baik Indonesia Terus Hidup", mengapresiasi 10 penulis terbaik dari beragam suku, daerah, dan agama.Direktur MaxNovel Indonesia, Neo menegaskan, platformnya mendukung pertumbuhan penulis lokal untuk mencapai keberlanjutan ekonomi."MaxNovel adalah platform novel digital lokal Indonesia yang berfokus pada pengembangan ekosistem sastra nasional," tegas Neo.Direktur Promosi Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI, Undri, menilai bahwa karya sastra adalah instrumen penting dalam diplomasi budaya."Sastra adalah ruang ingatan kolektif bangsa, tempat nilai, identitas, dan realitas sosial dirawat serta diwariskan lintas generasi," ujar Undri.Ia menambahkan, narasi Indonesia harus hadir dalam dialog global secara lebih inklusif dan bermakna.Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Andy Hadiyanto mengatakan, sastra merupakan medium pendidikan yang efektif karena mampu menyampaikan nilai-nilai kebaikan secara lebih membumi dan lintas generasi.


(prf/ega)