JAKARTA, - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkap, ada 211 kasus keracunan pangan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari data tersebut, MBG menyumbang 48 persen dari total kasus keracunan pangan di Indonesia."Terkait dengan berbagai kejadian di tanah air, terkait khsusunya keracunan pangan di Indonesia secara umum, total kejadian di Indonesia itu sampai hari ini itu ada 441 total kejadian," ujar Dadan saat memberikan paparan dalam rapat bersama Komisi IX DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu ."Di mana MBG menyumbang 211 kejadian, atau kurang lebih 48 persen dari total keracunan pangan yang ada di Indonesia," sambungnya.Baca juga: Komisi IX Dukung Penutupan Permanen Dapur MBG jika Sebab Keracunan MassalSecara rinci, ia memaparkan, total penerima manfaat MBG yang mengalami gangguan kesehatan hingga rawat inap mencapai 636 orang berdasarkan data BGN. Namun, jumlah ini berbeda dengan data milik Kementerian Kesehatan, yaitu selisi dua orang lebih banyak."Tapi, kami akan sinkronkan," ucapnya.Kemudian, jumlah penerima manfaat MBG yang harus menjalani rawat jalan mencapai 11.004 berdasarkan data BGN. Angka ini terpaut jauh dibandingkan dengan data milik Kemenkes, yang mencapai 12.755 orang."Sehingga totalnya kalau berbasis laporan Kemenkes itu 13.371 penerima manfaat yang alami gangguan kesehatan akibat program Makan Bergizi," tutur Dadan.
(prf/ega)
BGN: MBG Sumbang 48 Persen Keracunan Pangan di Indonesia
2026-01-12 06:02:51
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:47
| 2026-01-12 05:44
| 2026-01-12 03:52
| 2026-01-12 03:41










































