Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto mengatakan, dalam penanganan bencana hidrometeorologi di Aceh dan Sumatera sebaiknya semua pihak berjibaku, tidak saling menyalahkan apalagi saling lempar tanggung jawab.Hal itu disampaikan guna merespons pernyataan Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia (PM) Muhaimin Iskandar yang meminta sejumlah kementerian, Kementerian Kehutanan, Kementerian ESDM, dan Kementerian Lingkungan Hidup untuk melakukan tobat nasuhah."Tidak perlu salah lempar tanggung jawab dan saling menyalahkan, yang terpenting kita harus dalam kesadaran hidup di wilayah rawan bencana, untuk diantisipasi dengan pembenahan menyeluruh terhadap pencegahan potensi bencana baik banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, gempa," kata Panggah seperti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa .AdvertisementPolitisi Golkar itu mengakui, bencana longsor dan banjir yang terjadi selain karena penyebab tingginya curah hujan, gundulnya hutan juga menjadi faktor pendukung."Bencana banjir ini salah satunya akibat penggundulan hutan, tutupan, selain karena curah hujan yang ekstrem, misalnya, sebagai contoh hutan di Jawa seluas kurang lebih 2,4 juta hektare, di mana saat ini separuh dari luasan itu sudah menjadi lahan terbuka, dan ini akibat dari akumulasi permasalahan pada masa lalu yang tidak kunjung diselesaikan secara komprehesif dan menyeluruh," catat dia.
(prf/ega)
Legislator Golkar Soroti Penanganan Bencana: Setop Saling Menyalahkan, Fokus Pembenahan Menyeluruh
2026-01-12 04:21:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:45
| 2026-01-12 04:04
| 2026-01-12 03:30
| 2026-01-12 03:06










































