Olive Manor Semarang Jadi Destinasi Hits Nataru: Tawarkan Vibes Eropa hingga Balon Udara

2026-02-05 03:24:52
Olive Manor Semarang Jadi Destinasi Hits Nataru: Tawarkan Vibes Eropa hingga Balon Udara
SEMARANG, – Wisata Olive Manor di kawasan BSB City, Kota Semarang menjadi pilihan para wisatawan untuk menikmati libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).Berlokasi di sekitar Mijen, destinasi itu menawarkan ruang terbuka hijau dengan udara segar sekaligus bangunan ala Eropa.Pantauan Kompas.com, sederet mobil berplat luar daerah terparkir untuk mengunjungi destinasi baru ini.Bahkan tak jarang wisatawan rela menyewa taksi daring atau motor untuk menjajal kuliner dan berswafoto di berbagai sudut bangunan Olive Manor.Baca juga: Wisata Ala Africa di Olive Manor Semarang, Simak Jam Buka dan Biayanya!Ayu (28), wisatawan dari Boyolali mengaku sengaja menginap ke Semarang demi mengeksplorasi tempat wisata itu dengan nyaman tanpa terburu-buru.Ia mengaku berlibur ke Semarang merupakan keputusan yang tepat usai melihat kepadatan Yogyakarta yang ramai diperbincangkan di media sosial maupun media massa.“Pilih ke Semarang soalnya enggak serame Jogja kalau buat liburan akhir tahun. Walaupun tetep padat, tapi enggak lebay sampai bikin orang putus asa kejebak macet. Jogja udah dikunjungi 5 juta orang kabarnya, masa mau aku tambahin,” beber Ayu usai mencicipi kuliner di sana, Minggu .Dia bersama suaminya mencicipi pizza Serita dan minuman cokelat panas serta matcha panas setelah menerjang hujan saat perjalanan.Ayu menilai harga minimum pembelian Rp75.000 per orang terbilang masuk akal dengan kualitas yang layak diacungi jempol.“Makanannya oke, enggak ada yang gagal, meskipun agak pricey ya tapi sesuai sama tempatnya. Apalagi ini posisinya di kawasan BSB jadi wajar sih,” katanya.Baca juga: 10 Tempat Wisata Semarang 2025, Kunjungi Bersama KeluargaKOMPAS.COM/Titis Anis Fauziyah Suasana wisatawan berkunjung ke Olive Manor, Kawasan BSB City Semarang, Sabtu .Perempuan asal Tegal itu mengaku sudah mendapatkan lebih dari 100 foto hanya dalam 3 jam berwisata di sana.Mulai dari foto kuliner, foto dengan barang antik dan setrika arang, kincir angin, hingga tiap sudut bangunan yang berjajar di lokasi tersebut.“Tempatnya bagus, vibes Eropa Afrika, banyak spot foto estetik buat kasih upload feed Instagram. Aku emang pengen ke situ karena udah lihat rustic market yang ramai di Malang sama di Bogor lewat di Instagram,” bebernya.Setya (29), wisatawan lainnya sengaja melakukan perjalanan singkat sehari dari Pati bersama suami dan kedua anaknya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Hans Patuwo bukan sosok baru di lingkungan GoTo. Ia telah bekerja hampir delapan tahun di ekosistem Gojek, GoPay, dan GoTo. Ia bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer, dengan fokus pada penguatan operasional dan ekosistem mitra driver.Pada 2021, Hans dipercaya memimpin unit bisnis yang kemudian berkembang menjadi GoTo Financial. Di posisi tersebut, ia mengawasi peluncuran layanan pinjaman dan pengembangan aplikasi GoPay, yang kini menjadi salah satu platform fintech terbesar di Indonesia.Baca juga: KPPU Denda TikTok Rp 15 Miliar Karena Telat Lapor Akuisisi TokopediaAwal 2024, Hans ditunjuk sebagai Chief Operating Officer GoTo dan bertanggung jawab atas strategi grup serta proyek migrasi cloud perusahaan. Perannya kembali diperluas pada Juli 2025, ketika ia dipercaya sebagai Presiden On-Demand Services.Sebelum bergabung dengan Gojek, Hans memiliki pengalaman internasional dengan bekerja di Amerika Serikat, China, dan Singapura. Ia juga pernah menjabat sebagai Partner di firma konsultan manajemen global McKinsey.YouTube.com/Gojek Goto, layanan Gojek dan Tokopedia.Penunjukan CEO baru ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap arah strategis perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia itu.Berdasarkan laporan Bloomberg, saham GoTo tercatat naik sekitar 20 persen sepanjang kuartal ini di Bursa Efek Indonesia, mengungguli kinerja sejumlah perusahaan ride-hailing dan pengantaran global.Kenaikan saham tersebut terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham yang menjadi momen penting bagi arah strategis perusahaan, termasuk persetujuan pengangkatan Hans Patuwo sebagai CEO baru.Meski saham GoTo menguat, valuasi perusahaan masih jauh dari masa awal IPO. Kapitalisasi pasar GoTo kini berada di bawah 5 miliar dollar AS, turun drastis dari puncaknya yang sempat menembus 30 miliar dollar AS pada 2022.

| 2026-02-05 03:15