Waspada Cuaca Ekstrem di Banten hingga Awal Januari 2026: Hujan Lebat dan Angin Kencang Masih Mengintai

2026-01-16 00:43:56
Waspada Cuaca Ekstrem di Banten hingga Awal Januari 2026: Hujan Lebat dan Angin Kencang Masih Mengintai
Jakarta - Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II (BBMKG Wilayah II) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Provinsi Banten pada periode 29 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026. Cuaca ekstrem tersebut diperkirakan berupa hujan lebat hingga sangat lebat yang disertai angin kencang.Kepala BBMKG Wilayah II, Hartanto, menjelaskan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh keberadaan Siklon Tropis Hayley di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur, serta Bibit Siklon 90S yang terpantau di Samudra Hindia barat daya Banten.“Siklon Tropis Hayley terpantau dengan kecepatan angin maksimum sekitar 45 knot atau 83 kilometer per jam dan tekanan minimum 989 hPa. Sistem ini berpotensi meningkat menjadi kategori dua dalam 24 jam ke depan, meskipun bergerak menjauhi wilayah Indonesia,” kata Hartanto, dilansir dari Antara, Senin .AdvertisementIa mengatakan, selain pengaruh siklon tropis, dinamika atmosfer di wilayah Banten juga diperkuat oleh aktifnya gelombang Equator Rossby dan Low Frequency, kelembapan udara yang tinggi, serta kondisi atmosfer yang relatif labil.“Kombinasi faktor tersebut berpotensi meningkatkan curah hujan dan angin kencang di wilayah Banten dalam sepekan ke depan,” ujarnya.BBMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi di Kabupaten Pandeglang bagian timur dan selatan, Kabupaten Lebak bagian barat dan selatan, Kabupaten Serang bagian utara dan timur, Kota Cilegon, Kota Serang, Kabupaten Tangerang bagian barat dan tengah, serta Kota Tangerang. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Bersamaan dengan hal tersebut, pemateri sekaligus psikolog, Muslimah Hanif mengatakan, hasil dari rapid asesmen yang dilakukan menunjukkan lebih dari 50 persen peserta menunjukkan emosi cenderung sedih.Ada sebagian dari mereka menunjukkan hasil emosi senang karena dapat bermain dan berjumla dengan teman-temannya.Hasil lain juga didapat dari wawancara informal dengan kepala sekolah dan guru. Sebagian besar dari mereka masih merasa cemas dan memerlukan bantuan untuk mengurangi rasa khawatir terkait dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu serta dampak dari bencana yang terjadi, ujar Muslimah.Selanjutnya, Kemendikdasmen juga akan melakukan pendampingan psikososial di beberapa titik lokasi bencana. Dengan harapan, warga satuan pendidikan terdampak bencana tetap semangat dan terbangun rasa senang dalam proses pembelajaran.DOK. KEMENDIKDASMEN Mendikdasmen Abdul Mu?ti saat mengajak siswa menyanyi bersama di tenda darurat Dusun Suka Ramai, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara .Pemulihan psikologis murid menjadi langkah penting sebelum proses belajar-mengajar dimulai kembali. Tanpa penanganan tepat, trauma ini dapat berkembang menjadi gangguan jiwa serius di kemudian hari dan menghambat potensi anak-anak dalam jangka panjang.Anak-anak dan remaja adalah kelompok sangat rentan terhadap trauma pascabencana. Mengalami banjir, kehilangan rumah, harta benda, atau bahkan orang yang dicintai dapat memicu gangguan kesehatan mental.Baca juga: Kementrans Monitoring Kawasan Transmigrasi Terdampak Banjir SumateraPenting juga untuk diingat bahwa guru juga menjadi korban dan mengalami trauma. Guru yang lelah secara emosional atau mengalami trauma sendiri tidak akan siap untuk mengajar secara efektif, yang pada akhirnya memengaruhi siswa.Dukungan tepat dan berkelanjutan sangat penting agar anak-anak dapat memproses trauma yang mereka alami, bangkit kembali, dan melanjutkan tugas perkembangan mereka dengan baik.

| 2026-01-15 23:41