ACEH UTARA, - Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, TA Khalid memuji sikap ksatria Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang meminta maaf pada masyarakat terkait laporan kelistrikan Aceh pada Presiden Prabowo Subianto.Menurutnya kali ini Bahlil memberikan penjelasan konkret terhadap penanganan pemulihan kelistrikan di Aceh pascabencana banjir bandang dan longsor, Selasa di Jakarta secara baik.Dia menyebutkan, penjelasan Bahlil kali ini sesuai fakta di lapangan yang terjadi di 18 kabupaten/kota terdampak bencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh.Politisi Partai Gerindra Aceh itu menghargai sikap Bahlil yang menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pemulihan listrik di Aceh.“Pak Menteri Bahlil menunjukkan jiwa besar dengan meminta maaf, padahal tim sudah bekerja sangat keras. Ini menunjukkan kepemimpinan yang memahami beban rakyat,” ujar Khalid merujuk pada laporan Bahlil kepada Presiden Prabowo Subianto pada 7 Desember 2025.Baca juga: Tak Bisa Mandi Berhari-hari, Pengungsi Aceh Tamiang Krisis Air BersihDia meminta seluruh menteri melaporkan fakta dari lapangan secara real ke Presiden RI Prabowo Subianto. Sehingga Presiden bisa mengambil kebijakan yang tepat.“Ini pelajaran penting untuk seluruh pejabat negara,” ujarnya di sela mengunjungi posko pengungsian di Islamic Center Aceh Tamiang, Selasa .Dia menyatan pejabat negara yang tidak melaporkan peristiwa lapangan sesuai fakta ke Presiden tidak boleh ditiru, tidak boleh pula diulangi lagi."Kasus Menteri ESDM cukup sekali, jangan ditiru. Jangan diulangi lagi. Sebagai pembantu presiden harus menyampaikan sesuai fakta," terangnya.Baca juga: Kisah Qisthi Widyastuti, Hakim di Aceh Tamiang yang Berjuang untuk Hidup saat Banjir Menurut data PT PLN (Persero) yang diterima Khalid, pemulihan kelistrikan telah menjangkau sekitar 1,7 juta pelanggan di empat wilayah utama, yakni Bener Meriah, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues.Sebanyak 6.844 dari 9.669 gardu distribusi telah kembali beroperasi, dengan beban pasokan mencapai 173 MW.Capaian ini dinilai signifikan mengingat kondisi geografis dan kerusakan infrastruktur yang cukup berat.Dalam kunjungannya ke sejumlah gardu induk, termasuk di Bener Meriah, Khalid menyampaikan penghargaan kepada ratusan teknisi PLN yang bekerja nyaris tanpa henti.“Mereka tidur di tenda, bekerja 24 jam, dan bahkan menggunakan bantuan helikopter TNI untuk membawa material ke daerah pegunungan,” kata Khalid.Baca juga: RSUD Aceh Tamiang Kembali Beroperasi Normal PascabanjirDia menegaskan Presiden RI Prabowo Subianto mengintruksikan PLN untuk mempercepat pemulihan listrik di Aceh.Terkait hak pelanggan, Khalid memastikan bahwa PLN tengah mempersiapkan mekanisme kompensasi sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2025, termasuk diskon tagihan dan pembebasan satu bulan untuk wilayah yang mengalami lumpuh total.“Tidak boleh ada masyarakat yang dirugikan. Ini komitmen untuk memastikan keadilan,” tegasnya.Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan ke Presiden Prabowo Subianto 97 persen listrik menyala di Aceh. Faktanya, hingga hari ini listrik masih padam di 18 kabupaten/kota di Aceh. Jika pun menyala, maka dilakukan pemadaman bergilir oleh PLN.
(prf/ega)
DPR RI Puji Sikap Menteri Bahlil yang Meminta Maaf Soal Laporan Listrik, tapi Jangan Ulangi Lagi
2026-01-11 03:43:53
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 03:58
| 2026-01-11 03:51
| 2026-01-11 03:01
| 2026-01-11 01:42
| 2026-01-11 01:32










































