Purbaya Kunjungi Bea Cukai Tanjung Perak, Cek Pemeriksaan Barang Impor

2026-02-04 07:54:18
Purbaya Kunjungi Bea Cukai Tanjung Perak, Cek Pemeriksaan Barang Impor
JAKARTA, - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan kunjungan ke Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) Tanjung Perak dan Kantor Balai Laboratorium Bea dan Cukai (KBLBC) Kelas II Surabaya, Selasa .Dalam kunjungan tersebut, Purbaya meninjau langsung proses pemeriksaan barang impor, termasuk mencocokkan dokumen Pemberitahuan Impor Barang (PIB) dengan fisik barang di lapangan.“Saya melihat langsung proses pemeriksaan kontainer, hasilnya bagus,” ujar Purbaya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa .Baca juga: Purbaya Perlu Benahi Pengeluaran Negara, Tidak Hanya Pajak dan Bea CukaiSelain memantau dokumen impor, Purbaya juga meninjau pengoperasian alat pemindai (scanner) kontainer yang baru digunakan sekitar dua minggu terakhir.“Meskipun belum sempurna, saya yakin alat ini akan semakin meningkatkan dan mempercepat kemampuan pegawai Bea dan Cukai dalam melakukan pemeriksaan barang,” katanya.Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan prosedur pemeriksaan barang impor berjalan sesuai ketentuan dan mendukung kelancaran arus logistik nasional.Usai sidak di pelabuhan, Purbaya juga meninjau fasilitas di KBLBC Kelas II Surabaya, salah satu unit pendukung teknis yang memiliki peran penting dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Bea dan Cukai.Laboratorium tersebut berfungsi melakukan pengujian dan identifikasi barang secara laboratoris, serta pengembangan metode pengujian sesuai ketentuan perundang-undangan.“KBLBC Kelas II Surabaya merupakan salah satu unit penting dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Bea dan Cukai,” ujar Purbaya.Baca juga: Kejagung Sambangi Bea Cukai, Menkeu Purbaya: Kalau Salah Ya Salah AjaKBLBC Surabaya kini juga telah dilengkapi fasilitas kerja responsif gender, untuk memastikan seluruh pegawai dapat bekerja dengan aman, nyaman, dan tanpa diskriminasi.Dalam kesempatan tersebut, Menteri Keuangan juga menyampaikan apresiasinya kepada jajaran Bea dan Cukai atas profesionalisme dan dedikasi mereka, terutama di tengah meningkatnya tantangan global dan maraknya praktik impor ilegal.“Untuk teman-teman Bea dan Cukai, semangat. Anda ada di titik terdepan untuk menjaga keutuhan integritas pasar dalam negeri dari produk-produk ilegal,” tegas Purbaya.Melalui kunjungan ini, Purbaya menegaskan komitmen Kementerian Keuangan untuk memperkuat pengawasan barang impor, meningkatkan transparansi pemeriksaan, serta memastikan setiap prosedur kepabeanan berjalan sesuai regulasi demi menjaga integritas pasar nasional.Baca juga: Asosiasi Desak Pemerintah Bersihkan Oknum Bea Cukai yang Diduga Terlibat Impor Ilegal


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-02-04 06:29