Indofarma PHK 413 Karyawan, Sempat Hanya Sisakan 3 Pekerja

2026-02-03 00:52:31
Indofarma PHK 413 Karyawan, Sempat Hanya Sisakan 3 Pekerja
TANGERANG, – Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria menjelaskan kondisi terkini PT Indofarma Tbk (INAF) setelah pemutusan hubungan kerja terhadap 413 karyawan.Menurut Dony, pengurangan karyawan itu bukan pemecatan, melainkan bagian dari restrukturisasi bisnis.“Sebenarnya kan bukan PHK ya, tetapi kita menawarkan offering untuk penyehatan itu, tapi sebagian kita rekrut kembali,” ujarnya saat ditemui di Garuda Sentra Operasi, Tangerang, Banten, Kamis .Baca juga: Pabrik Bulu Mata PHK Massal, Nasib 1.500 Buruh Terkatung-katungSebanyak 413 karyawan Indofarma terkena PHK pada 15 September 2025, menyisakan hanya tiga orang. Namun pada akhir bulan yang sama, perusahaan kembali merekrut 18 karyawan baru.Dony menjelaskan, Danantara tengah mengubah struktur bisnis Indofarma. Salah satunya melalui konsolidasi dengan PT Kimia Farma Tbk (KAEF).Ia menyebut langkah ini sebagai bagian dari strategi pemerintah memperkuat industri kesehatan nasional.“Intinya, pemerintah di Danantara tidak mungkin melakukan sesuatu yang tidak proper. Makanya mereka happy semua. Ini bagian dari proses turn around," kata Dony.Baca juga: Derita Pencari Kerja Jakarta yang Kena PHK di Atas Usia 30Ia menegaskan, Danantara tidak akan terus menyuntik dana ke BUMN bermasalah. Dukungan modal hanya diberikan untuk perusahaan dengan prospek bisnis jelas.Menurut dia, Indofarma masih punya peluang tumbuh seiring transformasi yang sedang berjalan."Kalau perusahaannya tidak masuk dalam profile sehat, kan percuma dikasih uang itu dari bisnis yang enggak ada. Jadi kita mesti logic. Kan uang rakyat, nanti kita ingin bagi-bagi, kalau enggak ketemu, ya bahaya, kan. Nah, ini kita hitung di Indofarma juga begitu. Nanti Indofarma-nya akan bergabung dengan Kimia Farma," ujar Dony.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Angkringan Balap Paseban viral karena keragaman menu dan suasananya yang selalu ramai.Menu andalan berupa nasi kucing dengan pilihan lauk seperti tempe, sambal usus, sambal teri, hingga ayam geprek menjadi favorit pengunjung.Harga yang ditawarkan relatif terjangkau, berkisar Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per item. Angkringan ini buka mulai pukul 16.00 hingga 22.00 WIB.Tingginya minat pengunjung membuat antrean kerap terbentuk bahkan sebelum jam buka. Datang lebih awal menjadi strategi utama untuk mendapatkan tempat duduk dan pilihan menu yang masih lengkap.Mangut Lele Mbah Marto menjadi representasi kuliner tradisional Yogyakarta yang bertahan di tengah tren kekinian.Warung ini dikenal dengan konsep pawon atau dapur tradisional yang bisa disaksikan langsung oleh pengunjung.Kompas.com/Silvita Agmasari Mangut lele yang dijual di warung Mbah Marto, Bantul, Yogyakarta.Lele yang digunakan tidak digoreng, melainkan diasap terlebih dahulu dengan tusukan pelepah daun kelapa sebelum dimasak menjadi mangut.Metode pengasapan ini menghasilkan aroma khas dengan cita rasa manis dan gurih yang kuat. Mangut lele disajikan dengan kuah santan pedas yang menjadi ciri khas masakan tradisional Jawa.Baca juga: Itinerary Kulineran Serba Legendaris di Yogyakarta Bujet Rp 150.000Mangut Lele Mbah Marto berlokasi di Jalan Sewon Indah, Ngireng-ireng, Panggungharjo, Sewon, Bantul.Warung ini buka mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB. Harga mangut lele dibanderol sekitar Rp 25.000 per porsi. Karena peminatnya tinggi, pengunjung disarankan datang lebih awal agar tidak kehabisan.Bagi pencinta kuliner pagi, Sate Koyor Yu Ira menjadi tujuan wajib. Warung sederhana ini telah dikenal sejak puluhan tahun lalu dan berlokasi di kawasan Pasar Ngasem, pusat aktivitas warga sejak dini hari.Tribun Jogja/Hamim Thohari Sate koyorMenu andalannya adalah sate koyor, bagian urat sapi yang diolah hingga empuk dan kaya rasa.Harga sate koyor dibanderol mulai Rp 10.000, menjadikannya pilihan terjangkau bagi pengunjung pasar maupun wisatawan.Warung Yu Ira buka mulai pukul 05.00 hingga 15.00 WIB. Waktu paling ramai terjadi pada pagi hari, seiring aktivitas pasar yang padat.Datang sebelum pukul 09.00 WIB menjadi waktu ideal untuk menikmati menu favorit tanpa harus menunggu lama.

| 2026-02-02 22:28