Pembongkaran Rumah di TPU Menteng Pulo Ditargetkan Rampung Jumat Ini

2026-01-17 02:38:54
Pembongkaran Rumah di TPU Menteng Pulo Ditargetkan Rampung Jumat Ini
JAKARTA, - Pemerintah Kota Jakarta Selatan menargetkan pembongkaran rumah di TPU Menteng Pulo, Menteng Dalam, Tebet, rampung Jumat .Kepala Dinas Pertamanan dan Kehutanan (Distamhut) Jakarta, Fajar Sauri, mengatakan, seluruh warga harus terlebih dahulu mengosongkan rumah semi permanen.“Ya, tanggal 4 itu harus selesai, harus clear, (besoknya) kami bongkar semuanya, biar bersih gitu loh,” kata Fajar kepada wartawan usai meninjau TPU Menteng Pulo bersama Wali Kota Jakarta Selatan, M. Anwar, Selasa .Baca juga: Krisis Lahan Makam, 105 KK di TPU Menteng Pulo 2 Direlokasi ke Rusun JagakarsaFajar merinci, ada 4.000 meter lahan di sisi kiri dan 1.000 meter lainnya di sisi kanan TPU Menteng Pulo yang mulanya digunakan warga sebagai tempat tinggal.Selanjutnya, 5.000 meter lahan itu akan diratakan dengan tanah yang nantinya bisa digunakan sebagai area makam.“Kami kembalikan lagi nanti fungsinya menjadi makam,” kata dia.Adapun pembongkaran rumah sudah mulai dilakukan hari ini, sembari warga mulai berpindah ke Rusun Jagakarsa.Anwar menyampaikan, pembongkaran dapat dilakukan secara mandiri.Namun, untuk warga yang kesulitan akan dibantu oleh petugas PPSU.“Mulai hari ini, besok, seterusnya. Ada sebagian sudah bongkar. Kalau enggak bongkar (sendiri), kami akan bongkar,” ujar Anwar.Baca juga: Atasi Krisis Makam di Jakarta, Pemprov Buka 1.300 Makam Baru di Menteng Pulo 2Sebanyak 105 kepala keluarga (KK) yang menempati lahan itu kini direlokasi ke Rusun Jagakarsa. Sementara 8 KK lain akan direlokasi ke Rusun Rawa Bebek.Anwar berharap, warga bisa menyesuaikan diri di lingkungan barunya.“Warga menyesuaikan, ya, dari informal ke formal. Tentunya di rumah susun ada aturannya, enggak bisa seenaknya seperti di makam ini, kan, ya. Di sana ada pengelolanya, harus menyesuaikan,” tutur Anwar.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-01-17 02:27