Update Ranking BWF: Fajar/Fikri Meroket, Jonatan Christie Tempel 4 Besar

2026-01-15 08:28:10
Update Ranking BWF: Fajar/Fikri Meroket, Jonatan Christie Tempel 4 Besar
- Gelaran Hylo Open 2025 resmi berakhir pada Senin dini hari WIB.Hasilnya, Indonesia berhasil menyumbang satu gelar Hylo Open 2025 lewat sektor ganda putra yang diwakili Jonatan Christie.Bertanding di Saarlandhalle, Saarbrucken, Jerman, Minggu , Jonatan Christie sukses menaklukkan wakil Denmark, Magnus Johannesen, dua gim langsung 21-14, 21-14.Gelar tersebut membuat perolehan poin Jojo di ranking BWF kian bertambah dan semakin dekat ke 4 besar.Hal serupa juga diterima ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri yang kian meroket meski tak berhasil meraih gelar di Hylo Open 2025.Baca juga: Rahasia Kemenangan Jonatan Christie di Final Hylo Open 2025Fajar/Fikri hanya mampu bersaing hingga babak perempat final sebelum akhirnya kalah dari wakil Malaysia, Man Wei Chong/Kai Wun Tee. Fajar/Rian kalah dua gim langsung dari Man Wei Chong/Kai Wun Tee dengan skor 24-26, 19-21.Meski kalah, mereka berhasil konsisten menambah poin dan kini merangsek naik ke ranking 13 dunia.Jonatan Christie semakin dekat ke 4 besar ranking BWF setelah meraih gelar di Hylo Open 2025.Kemenangan penting atas Magnus Johannesen, pada Minggu malam WIB membuat perolehan poinnya kian bertambah.Jojo berhak mendapat tambahan 9200 poin hasil dari Hylo Open 2025.Baca juga: Juara Hylo Open 2025, Jonatan Christie Kaget Bisa Sapu 3 Gelar dalam Waktu SingkatPoin tersebut membuat Jojo kian menempel ketat pebulutangkis China, Li Shifeng di ranking ke-4 dunia.Jojo saat ini mengoleksi 85144 poin, dan terpaut 184 poin dari Li Shifeng yang mendapat 85328 poin.Dok. PBSI Aksi ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, di babak delapan besar Denmark Open 2025.Ranking BWF Fajar/Fikri kian mendekati 10 besar meski tak meraih gelar di Hylo Open 2025.Fajar/Fikri berhak mendapat 5040 poin BWF dan sukses naik 4 tangga alias berada di ranking ke-13 dunia dari sebelumnya di posisi ke-17.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Hans Patuwo bukan sosok baru di lingkungan GoTo. Ia telah bekerja hampir delapan tahun di ekosistem Gojek, GoPay, dan GoTo. Ia bergabung dengan Gojek pada 2018 sebagai Chief Operating Officer, dengan fokus pada penguatan operasional dan ekosistem mitra driver.Pada 2021, Hans dipercaya memimpin unit bisnis yang kemudian berkembang menjadi GoTo Financial. Di posisi tersebut, ia mengawasi peluncuran layanan pinjaman dan pengembangan aplikasi GoPay, yang kini menjadi salah satu platform fintech terbesar di Indonesia.Baca juga: KPPU Denda TikTok Rp 15 Miliar Karena Telat Lapor Akuisisi TokopediaAwal 2024, Hans ditunjuk sebagai Chief Operating Officer GoTo dan bertanggung jawab atas strategi grup serta proyek migrasi cloud perusahaan. Perannya kembali diperluas pada Juli 2025, ketika ia dipercaya sebagai Presiden On-Demand Services.Sebelum bergabung dengan Gojek, Hans memiliki pengalaman internasional dengan bekerja di Amerika Serikat, China, dan Singapura. Ia juga pernah menjabat sebagai Partner di firma konsultan manajemen global McKinsey.YouTube.com/Gojek Goto, layanan Gojek dan Tokopedia.Penunjukan CEO baru ini terjadi di tengah sorotan pasar terhadap arah strategis perusahaan hasil merger antara Gojek dan Tokopedia itu.Berdasarkan laporan Bloomberg, saham GoTo tercatat naik sekitar 20 persen sepanjang kuartal ini di Bursa Efek Indonesia, mengungguli kinerja sejumlah perusahaan ride-hailing dan pengantaran global.Kenaikan saham tersebut terjadi menjelang Rapat Umum Pemegang Saham yang menjadi momen penting bagi arah strategis perusahaan, termasuk persetujuan pengangkatan Hans Patuwo sebagai CEO baru.Meski saham GoTo menguat, valuasi perusahaan masih jauh dari masa awal IPO. Kapitalisasi pasar GoTo kini berada di bawah 5 miliar dollar AS, turun drastis dari puncaknya yang sempat menembus 30 miliar dollar AS pada 2022.

| 2026-01-15 06:31