Kemenhub Sebut Banyak Bandara di Papua yang Memprihatinkan

2026-01-11 03:36:32
Kemenhub Sebut Banyak Bandara di Papua yang Memprihatinkan
JAYAPURA, - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI, Lukman F Laisa mengatakan bahwa kondisi sejumlah bandara atau lapangan terbang (lapter) yang melayani penerbangan perintis dan pesawat kecil di Papua banyak yang memprihatinkan.Selain itu, sejumlah bandara belum memenuhi standar minimal keamanan karena belum dikembangkan pengelolaannya. Ada juga yang belum terverifikasi.Kondisi di bawah standar itu terlihat di berbagai bandar udara kabupaten serta distrik se-Tanah Papua.Baca juga: Wings Air Disebut Bakal Layani Rute Jember-Bali dari Bandara NotohadinegoroIa mengungkapkan bahwa banyak bandara kecil belum tersertifikasi dan tidak dilengkapi pagar pengaman yang mengelilingi landasan pacu, sehingga penduduk maupun hewan ternak sering melintas di landasan.“Bandara kecil di Papua banyak yang kondisinya memprihatinkan dan belum terverifikasi maupun sertifikasi. Sejauh ini, sudah ada 68 bandara kecil yang tersertifikasi dan ada 153 lapangan terbang yang sudah terverifikasi,” kata Lukman usai membuka Rapat Koordinasi Wilayah Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IX dan X Tahun 2025 di Sentani, Kabupaten Jayapura, pada Senin .Lukman berharap, melalui Rakorwil ini, pemerintah daerah bisa berperan aktif meningkatkan lapangan terbang kecil sehingga pelayanan penerbangan ke masing-masing daerah berjalan lancar.Ia juga meminta ada peningkatan pengamanan bandara agar maskapai bisa melayani masyarakat dengan baik, mengingat satu-satunya transportasi utama di Papua adalah penerbangan.“Kami harapkan lewat koordinasi ini, pemerintah daerah bisa meningkatkan pengamanan bandara kecil, dan keluhan-keluhan pemerintah juga kita bisa akomodasi,” ujarnya.Baca juga: Investor Singapura dan Anak Perusahaan Garuda Tanamkan Modal di Bandara KertajatiSementara itu, Bupati Intan, Ainer Maisini menyebut bahwa saat ini Intan Jaya memiliki 13 lapangan terbang yang tersebar di 8 distrik yang bisa didarati oleh pesawat caravan.Perlu perhatian dari Kementerian Perhubungan untuk mengaspal runway-nya sehingga bisa digunakan."Intan Jaya ini daerahnya hanya bisa gunakan transportasi udara, jadi harapan kita bisa didorong agar runway-nya diaspal sehingga bisa digunakan oleh masyarakat kita di sana," tuturnya.Baca juga: Bandara Komodo Diperluas, AHY Berharap Kunjungan Wisata ke Labuan Bajo MeningkatSelain itu, Ainer Maisini meminta agar Kementerian Perhubungan memberikan subsidi karena harga tiket yang cukup tinggi."Harga tiket pesawat saat ini cukup tinggi, contoh tiket Nabire-Intan Jaya sudah mencapai Rp 3-4 juta. Ini harganya sama dengan tiket Timika-Jakarta. Jadi melalui Rakorwil ini bisa dibahas sehingga masyarakat mendapatkan subsidi tiket," ujar dia. "Kalau bisa, masyarakat kita mendapat subsidi dari pemerintah melalui APBN dan provinsi Papua Tengah sehingga masyarakat bisa rasakan dampaknya," kata dia. 


(prf/ega)