Hari HAM Sedunia 10 Desember: Ini Sejarah dan Temanya

2026-01-11 22:11:59
Hari HAM Sedunia 10 Desember: Ini Sejarah dan Temanya
- Tanggal 10 Desember bukan sekadar tanggal merah di kalender Internasional, melainkan sebuah momentum refleksi tahunan mengenai hak asasi manusia. Pada tanggal ini ditetapkan sebagai Hari Hak Asasi Manusia Sedunia (Human Right Day), memperingati salah satu janji global yakni Universal Declaration of Human Rights (UDHR).Pada tahun 2025 ini merupakan peringatan Hari HAM ke-77, lalu bagaimana sejarah penetapan Hari HAM Sedunia dan bagaimana tema yang diangkat dalam peringatan ke-77? Yuk simak penjelasan ini!Baca juga: Sejarah Hari Hak Asasi Manusia Sedunia 10 Desember sejak Deklarasi UniversalHari Hak Asasi Manusia diperingati pada 10 Desember untuk memperingati salah satu janji global paling inovatif di dunia yakni: Universal Declaration of Human Rights (UDHR). Deklarasi ini menegaskan bahwa hak-hak asasi manusia tidak dapat dicabut dan menjadi hak setiap orang sebagai manusia- tanpa memandang ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, bahasa, pandangan politik atau lainnya, asal-usul kebangsaan atau sosial, hak milik, kelahiran, atau status lainnya. Deklarasi ini diadopsi oleh Majelis Umum PBB di Paris pada tanggal 10 Desember 1948 dan menetapkan bahwa hak asasi manusia harus dilindungi secara universal. Adapun terbentuknya deklarasi ini yakni dari berakhirnya Perang Dunia II dan komunitas internasional bertekad untuk tidak membiarkan kekejaman yang terjadi dalam perang terulang lagi. Peringatan Hari HAM Sedunia secara resmi dimulai pada tahun 1950, setelah Majelis Umum PBB mengeluarkan resolusi 423 (V) yang mengundang semua Negara dan organisasi yang berkepentingan untuk menetapkan tanggal setiap tanggal 10 Desember  sebagai Hari Hak Asasi Manusia. Baca juga: Sejarah Hadiah Nobel, Warisan Alfred Nobel dan Pengaruhnya untuk DuniaMemperingati Hari HAM Sedunia 2025, PBB secara resmi mengangkat tema “Human Rights, Our Everyday Essentials” atau “Hak Asasi Manusia, Kebutuhan Esensial Kita Sehari-hari”. Tema ini memiliki makna untuk menegaskan kembali nilai-nilai hak asasi manusia dan menunjukkan bahwa hak asasi manusia tetap menjadi prioritas dalam kemanusiaan. Berikut merupakan pernyataan umum tentang hak-hak asasi manusia yang terdapat dalam DUHAM: Semua orang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak-hak yang sama. Mereka dikaruniai akal dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam semangat persaudaraan.Setiap orang berhak atas semua hak dan kebebasan-kebebasan yang tercantum di dalam Pernyataan ini tanpa perkecualian apapun, seperti ras, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama, politik atau pendapat yang berlainan, asal mula kebangsaan atau kemasyarakatan, hak milik, kelahiran ataupun kedudukan lain.Di samping itu, tidak diperbolehkan melakukan perbedaan atas dasar kedudukan politik, hukum atau kedudukan internasional dari negara atau daerah dari mana seseorang berasal, baik dari negara yang merdeka, yang berbentuk wilayah-wilayah perwalian, jajahan atau yang berada di bawah batasan kedaulatan yang lain.Setiap orang berhak atas penghidupan, kebebasan dan keselamatan individu.


(prf/ega)