Trump Ancam Aksi Militer di Nigeria Terkait Pembunuhan Umat Kristen

2026-01-13 11:35:01
Trump Ancam Aksi Militer di Nigeria Terkait Pembunuhan Umat Kristen
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengirimkan pasukan bersenjata AS ke Nigeria. Ia menyampaikan ancaman itu untuk merespons menghentikan apa yang ia sebut sebagai pembunuhan umat Kristen oleh kelompok teroris.Dilansir AFP, Minggu , dalam sebuah unggahan yang menggemparkan di platform Truth Social, Trump mengatakan telah meminta Pentagon untuk memetakan kemungkinan rencana serangan, sehari setelah memperingatkan bahwa agama Kristen "menghadapi ancaman eksistensial di Nigeria". Pemimpin Partai Republik mengancam adanya aksi jika Pemerintah Nigeria tidak bertindak."Jika Pemerintah Nigeria terus membiarkan pembunuhan umat Kristen, AS akan segera menghentikan semua bantuan dan asistensi ke Nigeria, dan mungkin akan masuk ke negara yang kini ternoda itu, dengan 'senjata-api', untuk sepenuhnya membasmi teroris yang melakukan kekejaman mengerikan ini," ujar Trump."Dengan ini saya menginstruksikan Departemen Perang kita untuk bersiap menghadapi kemungkinan tindakan. Jika kita menyerang, serangan itu akan cepat, ganas, dan manis, seperti para teroris preman menyerang umat Kristen kita yang kita sayangi," tambahnya dia.Trump juga memperingatkan pemerintah Nigeria bahwa mereka "LEBIH BAIK BERGERAK CEPAT!"Untuk diketahui, Nigeria terlibat dalam berbagai konflik yang menurut para ahli telah menewaskan baik umat Kristen maupun Muslim tanpa pandang bulu.Trump pada hari Jumat, tanpa bukti, memposting bahwa "ribuan umat Kristen sedang dibunuh (dan) kaum Islamis Radikal bertanggung jawab atas pembantaian massal ini."Tonton juga video "AS Bakal Kembali Uji Coba Senjata Nuklir Setelah 33 Tahun Absen" di sini:[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-01-13 11:19