Wabup Jigus Cari Solusi Atasi Banjir di Waled Cirebon

2026-02-03 01:44:22
Wabup Jigus Cari Solusi Atasi Banjir di Waled Cirebon
Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana banjir yang kembali melanda wilayah Kabupaten Cirebon. Banjir yang terjadi sejak Rabu malam itu terutama menggenangi kawasan Kecamatan Waled, sehingga melumpuhkan aktivitas harian warga.Dalam keterangannya di Kantor Bupati Cirebon, Kamis (20/11/2025), Agus menjelaskan bahwa dua desa terdampak paling parah adalah Desa Gunungsari dan Desa Mekarsari."Saya sudah dapat laporan dari BPBD. Ada dua desa yang terdampak, yaitu Gunungsari dan Mekarsari," ungkapnya.Berdasarkan asesmen sementara dari BPBD, sedikitnya 1.400 kepala keluarga menjadi korban banjir tersebut. Rinciannya, sekitar 600 KK di Desa Gunungsari dan 800 KK di Desa Mekarsari, dengan total perkiraan mencapai 3.500 jiwa terdampak.Ia menegaskan, pemerintah daerah bergerak cepat. Besok, dirinya bersama Sekretaris Daerah dan sejumlah SKPD terkait akan turun langsung meninjau lokasi banjir."Besok kita ke sana untuk mengidentifikasi penyebab banjir dan mencari solusi terbaik bagi masyarakat," ujarnya.Agus menambahkan, meskipun Pemkab Cirebon beberapa waktu lalu telah melakukan normalisasi Sungai Ciberes dan Cigarukak, namun masih ada satu aliran sungai lain yang membutuhkan penanganan serupa. Ia juga membuka kemungkinan pembuatan sodetan baru guna mengurangi risiko genangan berkepanjangan."Informasi awal menunjukkan banjir ini juga dipengaruhi kiriman air dari wilayah Kuningan. Kita akan lihat apakah memungkinkan dibuat sodetan tambahan agar arus air lebih lancar," kata Wabup Cirebon yang akrab disapa Jigus itu.Ia memastikan pemerintah daerah, pemerintah desa, dan dinas terkait terus berkoordinasi untuk membantu warga terdampak, baik dari sisi penanganan darurat maupun mitigasi jangka panjang."Mudah-mudahan kita bisa memberikan solusi terbaik dan mencegah banjir serupa terjadi lagi," tegasnya.Tonton juga Video: Banjir Pondok Karya Surut Usai Sempat Capai Ketinggian 80 Cm[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dalam pembukaan forum yang berlangsung di Hedley Bull Lecture Theater 3 tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq juga menekankan bahwa pembudayaan Bahasa Indonesia tak lagi hanya menjadi urusan domestik, tetapi sudah menjadi bagian dari strategi diplomasi yang relevan di tengah perubahan geopolitik kawasan.Ia menyebut bahwa posisi Indonesia dan Australia yang semakin strategis dalam dinamika Indo-Pasifik membuat penguatan bahasa menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.Menurutnya, kedua negara tidak hanya berbagi kedekatan geografis dan hubungan diplomatik yang panjang, tetapi juga berada pada simpul penting ekonomi masa depan.Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia dan Australia sama-sama memiliki peran besar dalam rantai pasok mineral strategis yang menjadi tulang punggung transisi energi dan industri berkelanjutan. Situasi ini menempatkan kerja sama kedua negara bukan semata hubungan bilateral, tetapi bagian dari arsitektur geoekonomi global.Di atas fondasi itulah, bahasa dan pendidikan dipandang sebagai jembatan yang memperkuat kemitraan jangka panjang. Penguasaan Bahasa Indonesia di Australia maupun peningkatan pemahaman budaya di kedua belah pihak diyakini mampu memperluas ruang kolaborasi, mulai dari dunia akademik, industri, hingga diplomasi publik.“Saya hadir mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bapak Abdul Mu’ti dalam acara Kongres Pertama Bahasa Indonesia ini untuk menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperkuat peran Bahasa Indonesia di kawasan regional dan global melalui diplomasi pendidikan dan kebudayaan,” tegasnya.

| 2026-02-03 00:29