Strategi Mandiri Land Sulap Bintan Jadi Sport Tourism Hub Global

2026-01-12 06:04:21
Strategi Mandiri Land Sulap Bintan Jadi Sport Tourism Hub Global
JAKARTA, - Di tengah dominasi destinasi mass tourism konvensional, Pulau Bintan, Kepulauan Riau, kini didorong ke garis depan sebagai pusat pariwisata berbasis kegiatan (sport tourism).PT Mandiri Land, melalui proyek hospitalitas terbarunya, Mövenpick Resort & Spa Bintan Lagoon mengambil tantangan besar untuk mentransformasi Bintan.Direktur Mandiri Land, Artur Batubara, menjelaskan, strategi ini bukan sekadar membangun hotel, melainkan menenun simpul-simpul kearifan lokal, desain artistik, dan infrastruktur Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) untuk menciptakan warisan pariwisata baru yang setara namun berbeda dengan Bali.Baca juga: Jual Lahan 8 Hektar di Bali, Agung Podomoro Pangkas Utang Rp 4,5 TriliunArtur mengakui, Bintan tidak akan pernah menggantikan Bali; karena keduanya memiliki karakter yang berbeda. Namun, Bintan memiliki keunggulan geografis dan aksesibilitas yang menjanjikan.Sebagai pintu gerbang Indonesia di sisi barat, Bintan menawarkan kemudahan visa dan akses cepat, hanya 30-40 menit menyeberang bagi tamu asing, memberikan potensi pasar internasional yang besar.Keyakinan Mandiri Land terletak pada pengembangan sport tourism dan gaya hidup aktif. Sebelumnya, Bintan sudah dikenal memiliki kekuatan pariwisata berbasis kegiatan yang kuat, dengan banyaknya lapangan golf, rute lari, olahraga sepeda, dan potensi bahari.Baca juga: Berkonsep Bedawang Nala, Bandara Bali Utara Bakal Saingi Changi Singapura"Wisatawan itu kan tidak mau hanya ke satu tempat saja. Kita tentu dorong, selain ke Bali, ke daerah baratnya ada Bintan. Wisata di Bintan tidak melulu wisata yang pasif, tapi juga berbasis kegiatan," ujar Artur kepada Kompas.com, Jumat .Visi ini menempatkan Bintan sebagai destinasi modern yang melayani kebutuhan gaya hidup aktif dan komunitas yang terus bertumbuh.Langkah pertama Mandiri Land dalam strategi transformasi ini adalah dengan membangun properti yang bukan sekadar fungsional, tetapi memiliki nilai artistik dan cerita yang kuat.Dua proyek yang baru beroperasi, Hotel Indigo Bintan dan Holiday Inn Resort Bintan, menjadi show case dari filosofi ini.Dalam desainnya, Mandiri Land berani melampaui pakem lama arsitektur Melayu yang biasa diterapkan.Baca juga: Jembatan Batam-Bintan Butuh Rp 15 Triliun, Pangkas Waktu 80 PersenUntuk Hotel Indigo, misalnya, desainnya mengambil inspirasi dari kelong-kelong, struktur tempat nelayan di tengah laut."Kearifan lokalnya diambil dari sisi lain. Artistiknya diutamakan, tapi tetap orang merasa oke, ini Bintan ini tanah Melayu," jelas Artur.Pendekatan ini, mengangkat unsur lokal dari sudut pandang artistik yang baru, memberikan keunikan yang mendefinisikan dan membuat resort ini menonjol di pasar global.Proyek ini juga dirancang sebagai mini block terpisah, memberikan privasi tinggi dan pengalaman yang berbeda dari resor konvensional yang terkumpul di satu blok besar.


(prf/ega)