- Dalam sepekan terakhir, kondisi di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, masih belum pulih semenjak diterjang banjir bandang pada 26 November 2025 lalu.Kondisi di Pidie Jaya, tepatnya di beberapa pelosok desa, masih banyak yang terisolir dengan aliran bantuan yang belum maksimal.Salah satunya adalah Desa Beurawang, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.Meski akses menuju ke desa tersebut sudah cukup lancar, namun ribuan pengungsi masih bertahan di masjid dan mushala. Hanya segelintir warga saja yang sudah kembali ke rumah masing-masing, bahu-membahu membersihkan rumah mereka agar bisa segera didiami kembali bersama keluarga yang tersisa.Baca juga: Cerita Relawan yang Redakan Lapar di Bireuen dan Pidie: Dua Plastik Jambu Air Itu Langsung HabisFahmi Yunus, dosen Fakultas Ekonomi & Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, menceritakan kondisi terkini Desa Beurawang kepada Kompas.com pada Senin melalui pesan singkat.Untuk kedua kalinya, Fahmi Yunus mengumpulkan donasi dan menyalurkannya ke lokasi bencana.Bantuan yang dibawanya berupa makanan siap makan seperti kurma, biskuit, susu kotak, juga peralatan shalat (sajadah, mukena, sarung), pembalut wanita, dan masker. Bantuan pertama telah ia kirimkan pada Senin lalu ke Pidie Jaya dan Bireuen.Kemudian pada Kamis , ia kembali lagi ke Pidie Jaya untuk menyalurkan bantuan kedua dari para mahasiswa dan warga negara Indonesia (WNI) yang bermukim di Inggris.Mengendarai mobil Innova, Fahmi melaju dari Banda Aceh dan menurunkan bantuan di Desa Beurawang. Perjalanan yang normalnya bisa ditempuh selama 2 jam. Fahmi menempuhnya hingga kurang lebih 3 jam.Hal ini lantaran beberapa jalan masih rusak, terimbas banjir bandang beberapa waktu lalu.Baca juga: Kisah Dokter Yose, Ubah Warung Kopi di Aceh Tamiang Jadi Klinik DaruratIstimewa/Dok Fahmi Yunus Relawan menurunkan bantuan di Pidie Jaya, Kamis .Menurut Fahmi, warga Pidie terlihat berbinar setiap ada bantuan dari relawan datang."Mereka tak henti mengucapkan terima kasih karena kami sudah datang menjenguk mereka. Ketua posko/kepala desa sempat menawarkan kami singgah lebih lama untuk minum-minum. Tapi kami tak ingin memberatkan mereka," ujar Fahmi.
(prf/ega)
Hidup Tanpa Listrik dan Air Bersih Pascabanjir, Warga Pidie Jaya Tetap Jaga Adat Memuliakan Tamu
2026-01-11 22:39:01
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:16
| 2026-01-11 21:48
| 2026-01-11 21:03










































